Dark/Light Mode

Waka BRIN Kunker ke Kawasan Sains di Manado, Ambon, Makassar, dan Biak

Selasa, 20 Februari 2024 12:49 WIB
Waka BRIN Prof Amarulla Octavian (kiri). (Foto: Istimewa)
Waka BRIN Prof Amarulla Octavian (kiri). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Kepala (Waka) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof Amarulla Octavian melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke berbagai Kawasan Sains BRIN di Manado, Ambon, Makassar, dan Biak. Kunjungan kerja dimulai 17 hingga 20 Februari 2024. Rombongan BRIN terdiri dari beberapa pejabat Direktur, Kepala Pusat Riset, dan koordinator kawasan.

Kunjungan kerja di Manado bertujuan meninjau berbagai fasilitas dan laboratorium dari Pusat Riset Khazanah, Keagamaan, dan Peradaban, serta Pusat Riset Holtikultura. Prof Amarulla Octavian meninjau beberapa hasil eskavasi dari berbagai artefak ribuan tahun Sebelum Masehi yang merupakan bukti kemajuan peradaban Nusantara di wilayah Sulawesi. Selanjutnya, Prof Amarulla juga banyak berdiskusi dengan para periset varietas unggul kelapa.

Untuk kunjungan kerja di Ambon, bertujuan meninjau beberapa laboratorium Pusat Riset Laut Dalam. Dalam diskusinya dengan para periset, Prof Amarulla menekankan pentingnya kolaborasi berbagai institusi baik dari dalam negeri maupun luar negeri untuk Advanced Maritime Research.

Baca juga : Gibran Blusukan ke Pasar Cihapit Bandung, Borong Bahan Pokok

Sumber daya laut adalah masa depan umat manusia. Kekayaan sumber daya laut harus menjadi sumber kesejahteraan bangsa Indonesia. Teknologi kemaritiman terkini merupakan fokus inovasi BRIN guna menjawab marine food estate dan blue economy. Ambon dapat menjadi keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif Riset Kelautan RI.

Berikutnya, kunjungan kerja di Makassar ditujukan untuk meninjau beberapa fasilitas dan instrumen Pusat Riset Tanaman Pangan yang banyak mengembangkan varietas unggul jagung. Kandungan nutrisi tinggi jagung dapat dilakukan rekayasa genetika guna mewujudkan kemandirian pangan nasional.

Sedangkan kunjungan kerja di Biak bertujuan meninjau Stasiun Bumi Pusat Riset Teknologi Satelit. Prof Amarulla berkesempatan memantau langsung Satelit Lapan-A1 (Tubsat) dan Satelit Lapan-A3 dengan pola orbit Polar dan Satelit Lapan-A2 dengan pola orbit Equatorial. Ketiga satelit pada ketinggian 600 km merupakan satelit Citra Low Earth Orbit (Leo). Selain di Biak, BRIN memiliki stasiun bumi di Bukittinggi, Bogor, dan Pare-pare untuk penerimaan data telemetry dan data misi.

Baca juga : Perbaiki Kesehatan di Indonesia, Kemenkes Kerja Sama dengan KADIN Indonesia

Prof Amarulla memberikan arahan penyiapan peluncuran satelit Lapan-A4 pada akhir tahun ini sekaligus perencanaan pembangunan Bandar Antariksa untuk peluncuran satelit.

Dalam kesempatan kunjungan kerja tersebut, Prof Amarulla juga meninjau beberapa dermaga dan fasilitas labuh kapal perang TNI AL di jajaran Lantamal Manado, Lantamal Ambon, Lantamal Makassar, dan Lanal Biak. Rombongan BRIN diterima langsung para Komandan Lantamal, Komandan Gusus Tempur Laut Koarmada III, dan Komandan Gugus Keamanan Laut Koarmada III di masing-masing Markas Komando.

Prof Amarulla menyiapkan berbagai skema kerja sama dengan TNI AL untuk ekspedisi riset kemaritiman menggunakan kapal-kapal riset BRIN bersama Pushidrosal. Peran penting BRIN dalam riset kemaritiman merupakan kontribusi positif guna percepatan pembangunan nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.