Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Pertumbuhan Ekonomi Dinyinyirin, Menko Airlangga Buka Suara

Jumat, 8 November 2019 20:33 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: ist)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pertumbuhan ekonomi triwulan III-2019 yang hanya 5.02 persen banyak disorot dan dinyinyirin. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto buka suara. 

Menurut Airlangga, ekonomi Indonesia mampu tumbuh berkualitas di tengah ketidakpastian ekonomi global. Hal ini tercermin dari laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang baru merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia di Triwulan III-2019.

Baca juga : Lepas Pornas Korpri, Menpora Harap Pegawainya Juara

Dalam laporannya, ekonomi Indonesia tumbuh 5,02 persen (YoY) di Triwulan III-2019 atau melambat dibandingkan Triwulan II-2019 dan Triwulan III-2018, yang tumbuh masing-masing 5,05 persen dan 5,17 persen(YoY).  

“Meski terjadi perlambatan, pencapaian ini masih lebih baik dibandingkan beberapa negara peer lainnya di ASEAN di antaranya Malaysia, Thailand, dan Singapura,” terang Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Jumat (8/11), di kantornya. 

Baca juga : Aziz Syamsuddin Yakin, Menpora Satu GPS Dukung Airlangga Ketum Golkar Lagi

Perlambatan ekonomi global, kata Menko Airlangga, merupakan tantangan yang saat ini dihadapi oleh seluruh negara di dunia, sehingga pertanyaan yang lebih relevan adalah seberapa tahan perekonomian Indonesia menghadapinya.

“Sebenarnya, kinerja ekonomi Indonesia sepanjang Tahun 2019 cukup baik secara fundamental karena banyak negara justru mengalami perlambatan ekonomi yang lebih dalam, misalnya Cina, Amerika Serikat, dan Uni Eropa,” tutur Menko Airlangga.

Baca juga : Terima Mendag AS, Airlangga Genjot Kerja Sama Perdagangan

Fenomena tren perlambatan pertumbuhan ekonomi sebenarnya bukan hanya dialami oleh Indonesia, namun sebagian besar negara di dunia. Bahkan IMF dalam laporannya periode Oktober 2019 kembali menurunkan proyeksi pertumbuhan global untuk  2019, dari 3,5 persen pada laporannya di Januari 2019, turun menjadi 3,3 persen pada April 2019, dan terus merevisi ke bawah hingga ekonomi global diperkirakan hanya tumbuh 3,0 persen di 2019 dalam laporannya di Oktober 2019.

Perkiraan serupa juga dilakukan oleh Bank Dunia yang sempat memperkirakan ekonomi global tumbuh 2,9 persem dalam laporannya di Januari 2019, namun dalam laporan terakhirnya pada Juni 2019 diperkirakan hanya akan tumbuh” ujarnya. [DIT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.