Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Karantina Kepri Ekspor Komoditas Perikanan 1,2 M Tujuan Hongkong
Kamis, 8 Agustus 2024 17:59 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Riau (Karantina Kepri) melalui Satuan Pelayanan Natuna melepas ekspor komoditas perikanan yang telah dijamin kesehatannya bebas dari hama dan penyakit ikan karantina pada 8 Agustus 2024 di Kabupaten Natuna.
"Satuan Pelayanan Natuna yang terletak di ujung negeri surga bahari yang berbatasan langsung dengan Vietnam, Kamboja dan Malaysia memiliki sumber daya alam hayati dari komoditas perikanan yang luar biasa yang mampu menembus pasar global," ungkap Herwintarti Kepala Karantina Kepri setelah kegiatan.
Kegiatan ekspor merupakan salah satu poin penting pada sistem perkarantinaan bahwa Karantina Kepri mencegah masuk, keluar dan tersebarnya hama dan penyakit ikan karantina serta pengawasan dan atau pengendalian terhadap keamanan pangan dan mutu pangan yang dimasukkan ke dalam, tersebarnya dari suatu area ke area lain, dan atau dikeluarkan dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Baca juga : Tips Agar Dunia Industri Tetap Eksis, Pertahankan Keberlanjutan
Sekaaligus selaku ekonomi tools mengkawal hilirisasi komoditas pertanian dan perikananan go internasional sebagai penyumbang devisa untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional.
Herwintarti menjelaskan, sebanyak 9.891 ekor kerapu hidup senilai Rp 1,063 miliar rupiah, 330 ekor lobster hidup senilai Rp 60 juta rdan 423 ekor ikan kakatua senilai Rp 77 juta rupiah akan diekspor ke Hongkong dengan kapal MV. Cheung Kam Wah & Cheng Wah dengan nilai ekonomis mencapai Rp 1,2 miliar.
Herwintarti menjelaskan, seluruh hasil perikanan hidup ini merupakan tangkapan dan budidaya oleh nelayan sekitar Sedanau yang mayoritas mempunyai keramba jaring apung. Serta berasal dari daerah sekitar yaitu Pulau Laut, Pulau Tiga, Midai, Subi, Serasan dan Ranai yang merupakan hasil usaha ekonomi kerakyatan.
Baca juga : Penting, TNI AU Kembangkan Konsep Pertahanan Udara Modern dan Canggih
Melalui kerja bersama dan sinergitas bersama antar instsnsi terkait sukseskan kinerja Badan Karantina Indonesia khususnya Karantina Kepri.
Di tempat terpisah, Kepala Badan Karantina Indoensia, Sahat Manaor Panggabean menuturkan, dinamika global dibutuhkan percepatan layanan di border untuk memperlancar tata niaga perdagangan dan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional. Serta perlu membangun sinergitas berkelanjutan dan implementasi sistem layanan digital secara integrasi.
Badan Karantina Indonesia siaga memberikan pelayanan 24/7 dan jaminan layanan karantina 2 hari terhadap kesehatan sesuai persyaratan negara tujuan.
Baca juga : Ekspor Mobil RI Ngegas Terus, Filipina Jadi Tujuan Utama
Menurut Herwintarti, hingga awal Agustus 2024, komoditas unggulan Karantina Kepri dari sektor perikanan dengan volume tertinggi adalah kepiting 545.080 ekor, lobster tawar 362.640 ekor dan benih vaname sejumlah 237.581 ekor.
Nilai ekonomi tertinggi adalah kerapu Rp 18,42 miliar, kepiting Rp 15,27 miliar dan ikan betutu Rp 4,2 miliar rupiah. Negara tujuan ekspor adalah Singapura, China dan Hongkong.
Sedangkan untuk Satuan Pelayanan Natuna, hingga Juli 2024 kegiatan ekspor sebanyak 47.637 ekor ikan hidup yang terdiri dari kerapu cantang, kerapu macan, kerapu bakau dan lainnya dengan nilai ekonomis mencapai Rp 6,28 miliar rupiah.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya