Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi diberondong pertanyaan oleh Komisi V DPR tentang perceraian Sriwijaya Group dengan Garuda Indonesia Group, dalam rapat kerja di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Senin (25/11).
BKS - sapaan akrab Budi Karya - menjelaskan, kandasnya hubungan kedua perusahaan penerbangan itu justru mendatangkan berkah bagi harga tiket. BKS yakin, persaingan harga tiket akan lebih baik.
Baca juga : Beruang We Bare Bears Ramaikan Liburan Nataru di Pluit Village
"Pemisahan Garuda-Sriwijaya ada positifnya. Terjadi persaingan harga yang baik, dan harga yang mature," katanya ketika menjawab pertanyaan para legislator.
BKS menjelaskan, perceraian kedua perusahaan itu merupakan aksi korporasi yang wajar. Masing-masing perusahaan berhak menentukan langkah bisnis mereka.
Baca juga : Kisruh Garuda dan Sriwijaya Dibongkar Yusril
"Garuda dan Sriwijaya independen untuk berdiri sendiri. Sehingga, Sriwijaya bisa melakukan kegiatan bisnisnya mandiri. Itu legal atau profesional," ungkapnya.
Tak cuma itu. Kandasnya hubungan Garuda dan Sriwijaya juga memudahkan pemetaan masalah. Semua persoalan yang sedang dihadapi Sriwijaya Group, kini tak lagi menjadi tanggung jawab Garuda Indonesia Group. [KPJ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya