Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Desain Keren, Keamanan Terjamin
Ditjen Imigrasi Luncurkan Desain Baru Paspor RI, Warnanya Merah Putih
Minggu, 18 Agustus 2024 13:22 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi resmi meluncurkan desain paspor baru Republik Indonesia. Tak sekadar elegan, paspor baru ini juga memiliki tingkat keamanan yang tinggi.
Desain baru ini diperkenalkan bertepatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 RI, Sabtu, 17 Agustus 2024. Paspor baru ini berwarna merah, dengan kombinasi putih. Bagian merah untuk sampul, sementara putih untuk teksnya.
Tampilan ini membuat paspor tampak lebih elegan. Sebelumnya, paspor RI berwarna hijau tua.
“Paspor ini diganti desainnya, terlihat lebih menggambarkan Nusantara,” ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Silmy Karim, di sela-sela acara Launching Desain Baru Paspor Republik Indonesia, Sabtu (17/8/2024) sore.
Sementara desain kertas paspor terinspirasi dari motif kain Nusantara yang beragam. Ada 33 motif kain Nusantara, masing-masing di halaman paspor, yang mewakili identitas bangsa.
“Motif kain Nusantara melambangkan keragaman budaya etnis, ras dan, golongan serta corak kehidupan berbangsa yang merupakan modal dalam mewujudkan cita-cita bernegara,” tuturnya.
Eks Direktur Utama Krakatau Steel ini menjelaskan, desain baru paspor ini diikuti peningkatan keamanan, sesuai standar Internasional Civil Aviation Organization (ICAO).
Pada ICAO Annex 9 tentang Facilitation Bab 3, Subbab C disebutkan bahwa setiap negara harus secara berkala memperbarui teknik dan fitur pengamanan paspor sesuai dengan perkembangan terbaru.
Silmy menyatakan, standar kekuatan sebuah paspor ditentukan fitur keamanannya, yaitu tidak mudah dipalsukan. Paspor ini sudah memenuhi syarat itu.
“Ini (keamanan) tentu juga urgent. Sebelum ada masalah, ya kita harus mengantisipasi masalah,” ungkap Silmy.
Baca juga : Jamin Keamanan Transaksi Perbankan & Berbagai Kebutuhan, PERURI Luncurkan Smart Card
Salah satu security features alias fitur keamanannya, terletak pada lambang garuda yang memiliki desain batik.
Lambang tersebut, dicetak dengan teknik intaglio seperti pada uang kertas. Intaglio merupakan teknik cetak yang menghasilkan elemen halus sampai tebal, yang bila diraba, memberikan kesan kasar.
Kemudian, kertas pada buku paspor dipasangi pengaman dan sensitif terhadap kimia. Tinta yang digunakan adalah tinta kasat mata (fluorescent ink) dan tinta tidak kasat mata (infra red ink) yang akan berpendar di bawah sinar ultra violet.
Kemudian, paspor baru ini juga sudah menggunakan polikarbonat yang di-coating pada bagian identitas. Jika disorot sinar ultraviolet, kata Silmy, maka warnanya akan berubah.
Selain itu, benang tiga warna juga digunakan pada jahitan paspor ini. Warnanya akan terlihat jika disorot cahaya khusus.
Penggunaan kombinasi fitur pengamanan bahan baku dan teknologi percetakan baru ini, kata Silmy, menjadi perhatian utama untuk memastikan bahwa paspor dapat digunakan untuk melakukan perlintasan antarnegara.
“Dan juga memberikan kemudahan dalam proses autentikasi,” ucapnya.
Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) Trisakti itu mengaku terinspirasi dari negara-negara maju yang memberikan tingkat keamanan yang tinggi pada paspornya.
“Kami ingin lebih baik ya. Bukan hanya di desain ya tetapi juga security fiturnya,” tuturnya.
Dijelaskannya, keamanan paspor, merupakan salah satu dari empat faktor utama yang mempengaruhi peringkat paspor suatu negara.
Baca juga : Bahas Revisi UU, Ditjen Imigrasi Dengarkan Masukan Para Ahli Dan Masyarakat
Faktor lainnya, kondisi politik dan keamanan negara asal pemegang paspor. Kemudian, perilaku Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri.
“Jika banyak WNI yang overstay atau terlibat masalah hukum, hal itu bisa berdampak negatif pada peringkat paspor kita,” ingat Silmy.
Sementara faktor terakhir adalah diplomasi dan hubungan timbal balik dengan negara lain.
Misalnya, jika Indonesia memberikan bebas visa bagi warga negara lain, maka diharapkan negara tersebut memberikan hal yang sama untuk Indonesia.

Silmy menjelaskan, dari sisi sejarah, penggantian warna paspor sudah beberapa kali terjadi. Pada 1945 sampai 1958, warna paspor Indonesia abu-abu, kemudian tahun 1959 hingga 1995 itu warnanya berganti menjadi hijau.
Kemudian pada tahun 2000 warna paspor Indonesia berganti ke biru kehijauan atau hijau kebiruan.
Sementara itu, dari sisi yuridis, perubahan desain paspor didasarkan pada Pasal 32 UU 6/2011 Undang-Undang Keimigrasian.
Ada wewenang kepada menteri dan pejabat terkait untuk mengubah spesifikasi teknis paspor.
Meski demikian paspor desain baru tersebut belum langsung digunakan. Rencananya, baru akan mulai disebarkan pada 17 Agustus tahun depan, 2025.
Silmy mengungkapkan, masih perlu mempersiapkan banyak hal Untuk meluncurkan paspor dengan desain baru ini.
Baca juga : Ramah Lingkungan, Kilang Pertamina Internasional Siap Luncurkan BBM Rendah Sulfur
Mulai dari proses pencetakan, kebijakan, distribusi, hingga penyiapan sistem.
Selain itu, Imigrasi juga masih mendesain aturan pergantian paspor lama ke yang baru, karena direncanakan semua warga negara yang memerlukan, akan bermigrasi ke paspor yang baru.
Dia mencontohkan, bisa saja nanti dibuat aturan agar dalam 3-4 tahun semua pemilik paspor lama berimigrasi ke paspor baru.
Meski demikian, paspor lama tetap akan berlaku sebelum ada aturan yang jelas.
“Itu bisa kita atur nanti kebijakannya seperti apa, kita pikirkan. Tapi sementara yang lama masih bisa dipakai, nggak masalah,” tandas Silmy.
Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly mengatakan, warna paspor tersebut berganti menjadi bernuansa merah dan putih yang merepresentasikan bendera Indonesia dari sebelumnya berwarna hijau kebiruan.
“Filosofinya senapas dengan kemerdekaan kita. Dengan pilihan warna ini, merah dan putih, menunjukkan identitas kita,” ucapnya.
Ia mengatakan, perubahan-perubahan tersebut dilakukan dengan tujuan memperkuat identitas pribadi dan kebangsaan serta agar bisa menjadi alat perjalanan yang aman dan kuat.
“Kalau kita mau masuk negara lain, langsung mengetahui this is Indonesian passport (ini paspor warga negara Indonesia) yang fitur keamanan sudah cukup baik. Tidak perlu meragukan lagi,” tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya