Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kemenparekraf Genjot Program Prioritas
Proses Transisi Menjadi 2 Kementerian Dikebut
Senin, 28 Oktober 2024 07:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Proses transisi dari nomenklatur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menjadi dua entitas, yakni Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) ditargetkan rampung sebelum tahun 2025.
Penyelesaian proses transisi penting dilakukan agar program prioritas yang diusung para menteri dapat segera berjalan optimal.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memiliki sejumlah program prioritas yang harus dieksekusi dalam waktu enam bulan ke depan.
Seluruh program tersebut disusun untuk melanjutkan momentum pengembangan pariwisata Indonesia.
“Bersama-sama kita jalankan transformasi (transisi) ini. Terdapat tantangan dalam penguatan potensi wisata kita,” ujar Widiyanti dikutip dalam siaran pers Kemenparekraf, Minggu (27/10/2024).
Baca juga : OSO Yakin Gebu Minang Semakin Tebar Manfaat
Selain mendorong proses transisi, pihaknya memastikan bakal tetap memberikan peluang untuk sinergi dan kolaborasi berkesinambungan antara Kemenpar dan Kemenekraf.
“Kedua sektor ini punya tujuan bersama untuk mengangkat potensi keindahan alam, kekayaan seni dan budaya serta industri kreatif yang kita miliki,” ujar Widiyanti.
Adapun empat program yang akan dieksekusi Menpar dalam waktu enam bulan ke depan, pertama, hearing aspirasi transformasi pariwisata dengan pihak-pihak terkait.
Kedua, program yang dinamakan Tourism 5.0. Dijelaskan, program ini seperti pemasaran Calendar of Events berbasis digital. Pelaksanaannya akan memanfaatkan AI (Artificial Intelligence) travel assistance.
Program ketiga, perumusan grand strategy penggunaan Indonesia Quality Tourism Fund. Perumusan ini untuk memvariasikan berbagai potensi yang ada diikuti atraksi nusantara.
Baca juga : Komnas HAM Dukung Hak Pengemudi Online
“Kami juga berencana merancang kegiatan berskala internasional,” tambahnya.
Program keempat, yakni penguatan kerja sama dengan instansi internasional. Kolaborasi dilakukan melalui transfer of knowledge untuk mewujudkan sekolah unggulan pariwisata kelas dunia.
Mengingat pentingnya program tersebut bagi pariwisata nasional, maka Kemenparekraf berupaya mempercepat proses transisi.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Kemenparekraf/Sekretaris Utama Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dessy Ruhati menargetkan proses transisi bisa rampung sepenuhnya pada Desember 2024.
Saat ini proses transisi sudah disiapkan. Beberapa hal teknis sudah berjalan.
Baca juga : Arinal Akhirnya Dicopot Dari Ketua Golkar Lampung
“Kami seluruh perangkat di sini dipimpin oleh Plt. Sesmen selaku PIC, terus melakukan program persiapan yang terus kami matangkan,” ujarnya.
Secara teknis, proses yang dijalankan mulai dari Sumber Daya Manusia (SDM) berikut pemetaan jabatan sesuai posisi pemindahan para pegawai, hingga penempatannya. Begitu juga aset dan Barang Milik Negara (BMN) serta pemisahan Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) tengah dilakukan pemisahan.
“Kemudian hal-hal lain yang menunjang mulai dari proses pemindahan maupun pemisahan dari kewenangan Kemenparekraf menjadi dua kementerian,” ungkap Dessy.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya