Dark/Light Mode

Kemenparekraf Genjot Program Prioritas

Proses Transisi Menjadi 2 Kementerian Dikebut

Senin, 28 Oktober 2024 07:35 WIB
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. (Foto: Istimewa)
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Proses transisi dari nomenklatur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menjadi dua entitas, yakni Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) ditargetkan rampung sebelum tahun 2025.

Penyelesaian proses tran­sisi penting dilakukan agar pro­gram prioritas yang diusung para menteri dapat segera berjalan optimal.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memiliki sejumlah program prioritas yang harus dieksekusi dalam waktu enam bulan ke depan.

Seluruh program tersebut disusun untuk melanjutkan mo­mentum pengembangan pari­wisata Indonesia.

“Bersama-sama kita jalankan transformasi (transisi) ini. Ter­dapat tantangan dalam pengua­tan potensi wisata kita,” ujar Widiyanti dikutip dalam siaran pers Kemenparekraf, Minggu (27/10/2024).

Baca juga : OSO Yakin Gebu Minang Semakin Tebar Manfaat

Selain mendorong proses transisi, pihaknya memastikan bakal tetap memberikan peluang untuk sinergi dan kolaborasi berkesinambungan antara Ke­menpar dan Kemenekraf.

“Kedua sektor ini punya tu­juan bersama untuk mengang­kat potensi keindahan alam, kekayaan seni dan budaya serta industri kreatif yang kita miliki,” ujar Widiyanti.

Adapun empat program yang akan dieksekusi Menpar dalam waktu enam bulan ke depan, per­tama, hearing aspirasi transfor­masi pariwisata dengan pihak-pihak terkait.

Kedua, program yang dina­makan Tourism 5.0. Dijelaskan, program ini seperti pemasaran Calendar of Events berbasis digital. Pelaksanaannya akan memanfaatkan AI (Artificial Intelligence) travel assistance.

Program ketiga, perumusan grand strategy penggunaan Indonesia Quality Tourism Fund. Perumusan ini untuk memvaria­sikan berbagai potensi yang ada diikuti atraksi nusantara.

Baca juga : Komnas HAM Dukung Hak Pengemudi Online

“Kami juga berencana merancang kegiatan berskala internasional,” tambahnya.

Program keempat, yakni penguatan kerja sama dengan instansi internasional. Kolaborasi dilakukan melalui transfer of knowledge untuk mewujudkan sekolah unggulan pariwisata kelas dunia.

Mengingat pentingnya pro­gram tersebut bagi pariwisata nasional, maka Kemenparekraf berupaya mempercepat proses transisi.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekre­taris Kemenparekraf/Sekretaris Utama Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dessy Ruhati menargetkan proses transisi bisa rampung sepenuhnya pada De­sember 2024.

Saat ini proses transisi sudah disiapkan. Beberapa hal teknis sudah berjalan.

Baca juga : Arinal Akhirnya Dicopot Dari Ketua Golkar Lampung

“Kami seluruh perangkat di sini dipimpin oleh Plt. Sesmen selaku PIC, terus melakukan program persiapan yang terus kami matangkan,” ujarnya.

Secara teknis, proses yang dijalankan mulai dari Sumber Daya Manusia (SDM) berikut pemetaan jabatan sesuai po­sisi pemindahan para pegawai, hingga penempatannya. Be­gitu juga aset dan Barang Milik Negara (BMN) serta pemisahan Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) tengah dilakukan pe­misahan.

“Kemudian hal-hal lain yang menunjang mulai dari proses pemindahan maupun pemisa­han dari kewenangan Kemen­parekraf menjadi dua kementerian,” ungkap Dessy.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.