Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Menag Mau Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas
Tradisi Bawa Rombongan Sudah Nggak Zaman Lagi
Sabtu, 16 November 2024 07:35 WIB
Sebelumnya
“Kalau mau jalan keluar negeri pakai uang sendiri boleh,” sambung Ketua Umum Partai Gerindra itu.
Permintaan Prabowo langsung ditindaklanjuti Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, yang memangkas anggaran perjalanan dinas minimal 50 persen untuk tahun anggaran 2024.
Pemangkasan anggaran ini tertuang pada surat edaran nomor S-1023/MK.02/2024 tanggal 7 November 2024 yang ditujukan kepada menteri Kabinet Merah Putih, Jaksa Agung, Kepala Kepolisian, kepala lembaga pemerintah nonkementerian dan pimpinan kesekretariatan lembaga negara.
“Terhadap belanja perjalanan dinas dilakukan penghematan minimal 50 persen dari sisa pagu belanja DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) 2024, terhitung sejak surat ini ditetapkan,” demikian tertuang dalam poin ke dua surat Sri Mulyani itu.
Baca juga : Air PAM Di Jakarta Butek, Bau Dan Tercemar Bakteri
Jika ada kebutuhan anggaran belanja perjalanan dinas yang harus dipenuhi setelah penghematan dilakukan, menteri atau pimpinan lembaga dapat mengajukan dispensasi penggunaan sisa dana kepada menteri keuangan.
Kebijakan penghematan ini dikecualikan bagi unit yang pelaksanaan tugas dan fungsi utamanya memang memerlukan perjalanan dinas.
Pengecualian juga berlaku bagi biaya perjalanan dinas tetap, seperti penyuluh pertanian, juru penerang, penyuluh agama serta kedutaan besar atau perwakilan diplomatik yang ditugaskan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi sudah menegaskan, Pemerintah akan mengurangi atau mengefisiensikan perjalanan-perjalanan dinas ke luar negeri.
Baca juga : Tamara Tyasmara, Dikasarin Dan Dibohongi Yudha
Hal itu disampaikan Prasetyo dalam Rapat Kerja bersama Komisi XIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/11/2024).
“Sesuai arahan Bapak Presiden, kita ingin melakukan efisiensi dan kemarin juga sudah ditidaklanjuti dengan Peraturan Menteri Keuangan. Kami mau mulai mengefisienkan dan mengurangi perjalanan-perjalanan dinas luar negeri,” ujar Prasteyo.
Akibat kebijakan tersebut, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) juga mulai meninjau kembali agenda perjalanan dinas yang telah direncanakan untuk akhir tahun.
Sekretaris Kementerian PPN Teni Widuriyanti menyatakan, kementeriannya masih akan memanfaatkan anggaran untuk beberapa perjalanan dinas yang dianggap penting.
Baca juga : Program Makan Bergizi Gratis Didukung China dan Amerika
“Yang nggak penting disisir lagi. Kalau nggak terlalu mendesak, dikembalikan,” ujarnya usai rapat di gedung DPR, Selasa (12/11/2024).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya