Dark/Light Mode

Kemenaker dan Kemenhub Genjot Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Driver Online

Rabu, 18 Desember 2024 22:31 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus mendorong berbagai pihak, termasuk para penyedia aplikasi untuk ikut peduli meningkatkan cakupan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Tercatat, saat ini baru sekitar 250 ribu pengemudi transportasi online yang terdaftar sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

Sebagai pekerja mandiri yang rentan terhadap risiko kecelakaan kerja dan kematian dapat mengakibatkan pekerja maupun keluarganya bisa jatuh di dalam jurang kemiskinan.

Seperti yang dialami almarhum Doni, mitra gojek yang meninggal dunia akibat sakit. Beruntung, pria yang jadi tulang punggung keluarga tersebut telah mendaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sudah sejak tiga tahun lalu.

Sehingga, istri serta kedua anak yang ditinggalkan berhak atas manfaat Jaminan Kematian (JKM) dan beasiswa pendidikan untuk 2 orang anak dari jenjang TK hingga Perguruan Tinggi.

Baca juga : BPJS Ketenagakerjaan Kelapa Gading Hadir di Festival Kolaborasi Ciganjur

Manfaat senilai total Rp 199 juta tersebut diserahkan langsung oleh Plt Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Suharto bersama Direktur Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemenaker Decky Haedar Ulum, didampingi Deputi Bidang Kepesertaan Program Khusus dan Keagenan BPJS Ketenagakerjaan I Putu Wiradana, serta Head of Indonesia Region Gojek Gede Manggala.

Istri almarhum Doni, Anita sempat tak menyangka bahwa suami tercintanya telah mendaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

"Merupakan manfaat yang nyata sebagai wujud kehadiran negara dalam melindungi pekerja, jadi pengemudi transportasi online harus terdaftar BPJS Ketenagakerjaan. Karena kita bekerja di jalan dan tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Ini bermanfaat banget buat saya dan keluarga," kata Anita dikutip Rabu (18/12/2024).

Dirinya pun merasa tak menemukan kesulitan saat mengurus klaim manfaat BPJS Ketenagakerjaan tersebut. Plt Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Suharto mengingatkan kepada para pengemudi memiliki risiko sangat tinggi.

Ia pun mengajak seluruh pekerja di sektor transportasi online untuk membekali diri dengan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Baca juga : Komisi IX DPR Dorong Pekerja Emak-Emak Daftar BPJS Ketenagakerjaan

"Kami menghimbau kepada para driver bisa berperan aktif untuk ikut jaminan sosial ketenagakerjaan. Karena yang dilindungi bukan hanya para pengemudinya, tapi keluarganya juga ikut dalam perlindungan itu," jelasnya.

Sementara, Direktur Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemnaker Decky Haedar Ulum mengatakan, Pemerintah terus berupaya meningkatkan kepesertaan pengemudi transportasi online, salah satunya melalui kolaborasi dengan aplikator.

"Kami terus mendorong kolaborasi antara BPJS Ketenegakerjaan dengan aplikator agar bisa meningkatkan kepesertaan, termasuk membayar iuran secara fleksibel, dan itu salah satu yang difasilitasi gojek," jelasnya.

Deputi Bidang Kepesertaan Program Khusus dan Keagenan BPJS Ketenagakerjaan I Putu Wiradana menambahkan, perlu ada akselerasi terkait dengan perluasan kepesertaannya.

Dengan begitu, Wira berharap akan semakin banyak pekerja yang bisa 'Kerja Keras Bebas Cemas' dengan terdaftar dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Baca juga : Kemendagri Optimalkan Camat Arahkan Perencanaan Desa

"Memang ini angka yang masih sangat jauh dari angka yang ada, tetapi kita sebagai wujud kolaborasi kita, di mana kami sebagai penyelenggara, maupun dari Kementerian Perhubungan, Kementerian Tenaga Kerja dan juga dari pihak gojek,"terang Wira.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Mampang Muhammad Imam Saputra menambahkan, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan hal penting dan menjadi kebutuhan setiap pekerja, khususnya pekerja informal.

"Tidak ada yang dapat menjamin perekonomian keluarga jika tulang punggung keluarga mengalami musibah atau risiko akibat pekerjaan. Untuk itu jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai jarring pengaman memiliki peran yang teramat penting," tegas Imam.

"BPJS Ketenagakerjaan Mampang berkomitmen untuk secara aktif mengedukasi dan memperluas cakupan kepesertaan, khususnya di sektor pekerja informal, demi tercapainya universal coverage," ucapnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.