Dark/Light Mode

Ribuan Lansia S1-S3 Diwisuda, Mendukbangga Wihaji Harap Lansia Tetap Produktif

Kamis, 19 Desember 2024 13:14 WIB
Kemendukbangga menggelar Wisuda Akbar Sekolah Lansia Bina Keluarga Lansia (SL-BKL) di Kantor Kemendukbangga, Halim, Jakarta, Kamis (19/12/2024). (Foto: Dok. Kemendukbangga)
Kemendukbangga menggelar Wisuda Akbar Sekolah Lansia Bina Keluarga Lansia (SL-BKL) di Kantor Kemendukbangga, Halim, Jakarta, Kamis (19/12/2024). (Foto: Dok. Kemendukbangga)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) menggelar Wisuda Akbar Sekolah Lansia Bina Keluarga Lansia (SL-BKL) di Kantor Kemendukbangga, Halim, Jakarta, Kamis (19/12/2024).

Prosesi wisuda yang diikuti 2.822 lansia secara hybrid ini turut disaksikan oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Wihaji.

Dalam sambutannya, Mendukbangga Wihaji terharu bisa hadir di tengah-tengah penduduk lansia yang akan diwisuda.

"Indonesia telah memasuki struktur penduduk tua (ageing population) yang ditandai dengan jumlah penduduk lansia yaitu 10,82 pada tahun 2021, dan pada tahun 2023 meningkat menjadi 11,75 persen, serta akan menjadi 20,3 pada tahun 2045," kata Wihaji.

Baca juga : The Citizens Makin Terpuruk

Wihaji pun berjanji senantiasa berupaya menciptakan terobosan baru agar penduduk lansia tetap produktif.

"Ageing population harus menjadi perhatian kita agar lansia tetap produktif, dan masih memberikan sumbangan bagi perekonomian negara," ujar Wihaji.

Menurut Wihaji, penuaan penduduk terjadi apabila persentase lansia di suatu wilayah mencapai 10 persen atau lebih.

Di Indonesia, sambungnya, ada 18 provinsi yang memiliki kategori struktur penduduk tua. Provinsi dengan persentase lansia tertinggi dimiliki Yogyakarta yaitu sebesar 16,02 persen.

Baca juga : Fokus Tangani Isu Stunting, Kemendukbangga Luncurkan Program Genting

Disusul Jawa Timur dan Jawa Tengah dengan persentase lansia sekitar 15 persen. Kemudian Bali dan Sulawesi Utara dengan persentase sekitar 13 persen.

"Tapi yang di sini saya rasa sehat-sehat semua. Tadi pas saya salaman nggak ada yang bau remason. Wangi parfum semua. Nggak ada yang bau minyak-minyak, jadi sehat," ucap politisi partai Golkar itu, disambut tepuk tangan peserta wisuda.

Dia berharap SL-BKL mampu mengoptimalkan program kelanjutusian.

"Saya punya program Lansia Berdaya. Lansia Berdaya agar Bapak dan Ibu bahagia, manfaat, tersenyum, sehat, kuat, happy, pendapatan ada, mandiri, indah, dan sehat nomor satu," pungkas mantan Bupati Batang itu.

Baca juga : Inter Milan Menang Besar, AC Milan Tertahan

Sekadar informasi, 2.822 wisudawan yang diwisuda terdiri dari 2.673 wisudawan yang hadir secara online dan 149 wisudawan dari Sekolah Lansia Fatmawati dan Sekolah Lansia Pasar Minggu. Mereka diwisuda setelah menempuh jenjang pendidikan S1 hingga S3.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.