Dark/Light Mode

Bicara Anggaran Di Akhir Pekan

Sri Mul: Ketahanan Pangan Tidak Hanya Sebatas Padi

Minggu, 5 Januari 2025 08:08 WIB
Menkeu Sri Mulyani saat berbicara anggaran ketahanan pangan di akun Instagramnya, @SMIndrawati. (Foto: Ist)
Menkeu Sri Mulyani saat berbicara anggaran ketahanan pangan di akun Instagramnya, @SMIndrawati. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah sangat serius menjaga ketahanan pangan nasional. Salah satu caranya dengan meningkatkan anggarannya.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani membeberkan anggaran ketahanan pangan pada 2024 mencapai Rp 159 triliun. Jumlah ini meningkat 30 persen dibandingkan dengan anggaran pangan 2023, Rp 115 triliun.

“Ini naik luar biasa tinggi, hampir 30 persen sendiri,” ujar Sri Mulyani dikutip dari akun Instagram @smindrawati, Sabtu (4/1/2025).

Kata Sri Mulyani, dana tersebut telah disalurkan untuk mendukung berbagai program pangan. Anggaran tersebut paling besar dialokasikan untuk pupuk bersubsidi. Total Rp 47,7 triliun disalurkan untuk mensubsidi 7,2 juta ton pupuk.

Selain pupuk, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyebut subsidi juga diberikan untuk benih budidaya ikan. Bahkan ada juga yang langsung disalurkan untuk peternak.

Baca juga : Di Musrembangnas, Kepala Bappenas Ungkap Proyek Yang Tidak Layak Masuk PSN

Untuk menjaga ketahanan pangan, Pemerintah juga menjaga agar stabilisasi harga terjaga dan stok pangan tersedia di masyarakat. Caranya melalui badan usaha seperti ID Food hingga Bulog.

"Kami membantu melalui below the line. Below the line itu artinya investasi. ID Food, kemudian Bulog itu untuk stabilisasi harga, atau untuk mengamankan stok. Itu dilakukan," jelas Sri Mulyani.

Pembangunan infrastruktur seperti bendungan dan irigasi juga berasal dari Program Ketahanan Pangan. Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya sebatas padi, tetapi juga hal lain yang berkaitan dengan pangan masyarakat, seperti jagung, kedelai, dan kemudian juga ikan, hewan yang lain. 

“Dulu kami bahkan memberikan ternak dalam hal ini, dan juga tadi alat mekanisasi pertanian, alsintan yang sering dilakukan. Selain tadi subsidi pupuk, benih, dan lain-lain," urainya.

Lalu, berapa anggaran ketahanan pangan tahun ini? Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengatakan, Pemerintah menganggarkan, Rp 144,6 triliun untuk ketahanan pangan tahun ini.

Baca juga : Biaya Haji Bakal Dipangkas, Pemerintah Pastikan Kualitas Layanan Tetap Baik

”Total anggaran ketahanan pangan 2025 yang tersebar di sejumlah kementerian/lembaga sudah ditambah dari Rp 139,4 triliun menjadi Rp 144 triliun. Dana alokasi khusus (DAK) fisik dan dana desa untuk ketahanan pangan digembok dulu. Semua difokuskan untuk swasembada pangan,” ujarnya.

Zulhas mengatakan, Presiden Prabowo Subianto telah memajukan target swasembada pangan dari 2029 ke 2028, kemudian menjadi 2027. Oleh karena itu, pemerintah bergerak cepat untuk menderegulasi kebijakan terkait dan menambah anggaran ketahanan pangan.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) atau National Food Agency (NFA), Arief Prasetyo Adi mengatakan, pada tahun ini, Pemerintah akan memfokuskan untuk meningkatkan produksi pangan dalam negeri. Hal ini sejalan dengan program swasembada pangan besutan Presiden Prabowo Subianto yang ditargetkan terwujud pada 2027.

Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, Presiden Prabowo menegaskan, pentingnya mewujudkan swasembada pangan dan energi. Hal itu sebagai dasar kedaulatan bangsa, dan untuk memastikan Indonesia mampu berdiri di atas kekuatan sendiri.

Prabowo menekankan, swasembada pangan merupakan fondasi perlindungan fisik bagi rakyat. Tanpa pangan yang cukup, negara tidak dapat menjamin keberlangsungan kehidupan warganya.

Baca juga : HUT ke-58, Dharma Jaya Perkuat Komitmen Jaga Ketahanan Pangan Jakarta Kota Global

Menurutnya, hal itu merupakan makna dasar pembangunan nasional sesuai dengan tujuan negara yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. 

“Bagaimana kita mau melindungi segenap bangsa kalau kita tidak bisa jamin makan. Tidak ada negara, tidak ada peradaban tanpa pangan, saya ingatkan saudara-saudara sekalian," pungkasnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.