Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sinergi Dengan BPOM
Komdigi Beredel Konten Negatif Obat Dan Makanan
Kamis, 9 Januari 2025 07:25 WIB
Sebelumnya
Sebab itu, penjualan dan promosi obat maupun makanan melalui platform daring berbasis user-generated content memerlukan pengawasan ketat.
“BPOM telah mengidentifikasi lebih dari 1,3 juta tautan ilegal sejak 2021, dan mengajukan rekomendasi pemblokiran kepada pihak terkait, termasuk Kemen Komdigi,” kata Taruna.
Ke depan, BPOM dan Kemenkomdigi akan memperdalam pembahasan tentang rencana integrasi sistem pengawasan patroli siber milik BPOM dengan sistem aduan di Kemenkomdigi.
Baca juga : Utusan Khusus Presiden Dan Menteri Desa Ikut Disebut
Taruna berharap, integrasi itu dapat mempercepat upaya penanganan konten-konten ilegal.
“Adanya sinkronisasi sistem pengawasan, akan membuat seluruh laporan dari BPOM ditangani lebih cepat dan efektif. Tujuan akhirnya, masyarakat dapat terlindungi dari konsumsi atau pembelian produk-produk berbahaya,” harap dia.
Di media sosial X, perbincangan tentang iklan maupun konten terkait obat dan makanan juga sedang hangat. Sebab, banyak konten atau iklan yang memperjualbeli dan mempromosikan produk obat dan makanan yang tidak diketahui keamanannya.
Baca juga : 2025, Kuota Haji 221 Ribu Orang
Akun @dwi_ciderman mengungkapkan, kerap menemukan praktik penjualan obat-obat keras yang seharusnya diberikan berdasarkan resep dokter, di sejumlah platform media sosial (medsos). Bahkan, berberapa obat yang dia temukan, masuk kategori obat ilegal dan dilarang.
“Kalau mau jujur, ada promosi yang semasif dan seberbahaya judi online, yaitu penjualan obat illegal di medsos. Bayangin, ada penjualan obat kuat ilegal sama obat aborsi di sejumlah akun atau grup facebook maupun website. Butuh keseriusan untuk melakukan penelusuran, karena ini terlihat terorganisir. Sebagian ada yang memang penipuan, tapi ada juga yang benar menjual,” cuitnya.
“Memang kacau, kak. Banyak akun jual obat darurat anti hamil, dan pil biru saja dijual online. Bagi yang belum tahu, obat-obatan buat aborsi ini bahaya banget. Mirisnya, ini bukan cuma diiklankan secara online, di offline juga banyak banget. Kalau lihat iklan pelancar haid yang di tempel di papan iklan, tiang listrik dipinggir jalan, ada juga yang jual obat aborsi, entah asli atau palsu,” timpal akun @Drew50630349.
Baca juga : Hore, Bansos KJP Plus Tahun 2024 Sudah Cair
Akun @errawrrrr mengingatkan agar lebih berhati-hati bila membeli obat maupun kosmetik secara online. Sebab, dia pernah mengalami penipuan.
“Gue beli skincare, ternyata barangnya palsu. Sebelum dikirim, gue sudah ajuin pengembalian, tapi ditolak sama penjual,” tulisnya.
“Benar Pemerintah harus bekerja dan melayani masyarakat. Tapi, kalau semuanya dibebani sama mereka, nggak ada habisnya. Kekuatan mereka juga ada batasnya. Kalau mau memerangi praktik penjualan obat palsu, salah kuncinya tingkat pemahaman dan pengetahuan kita. Sekarang, informasi bertebaran dimana-mana,” kata akun @qairen_zahrani. [SSL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya