Dark/Light Mode

Wamensos: Presiden Resah Bansos Di Daerah Banyak Tidak Tepat Sasaran

Jumat, 7 Februari 2025 16:48 WIB
Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono
Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono

RM.id  Rakyat Merdeka - Program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat terus digalakkan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Beragam strategi dilakukan, termasuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah.

Salah satunya, Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang segera diluncurkan.

Baca juga : Yang Ndablek, Saya Tindak!

Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono mengajak Pemerintah Kota Bima dan Pemerintah Kabupaten Bima bersinergi mengakselerasi program pengentasan kemiskinan.

"Kita tunggu DTSEN supaya tahu profil kemiskinan di Bima," kata Agus saat audiensi dengan pemerintah kota Bima dan Kabupaten Bima di Kantor Kementerian Sosial (Kemensos), Jakarta, Jumat (7/2)

Ia mengatakan, Presiden Prabowo merasa resah karena bantuan sosial di daerah banyak yang tidak tepat sasaran. Sehingga, presiden memerintahkan penyusunan data tunggal.

Baca juga : Mahfud: Presiden Sudah Perintah Penegak Hukum Usut Tuntas Pagar Laut

"Setelah DTSEN keluar kita keluar, kita berangkat dari situ. Targetnya pengentasan kemiskinan," katanya.

Ia menuturkan, Presiden Prabowo ingin agar persoalan kemiskinan ekstrim tuntas pada 2026. Program pengentasan kemiskinan ekstrim merupakan salah satu prioritas presiden.

"Jalannya graduasi, graduasi wujudnya pemberdayaan. Masyarakat harus produktif," katanya.

Baca juga : Presiden Korsel Bisa Terancam Hukuman Mati, Jika Terbukti Bersalah

Agus mengatakan, Kemensos memiliki pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 120 ribuan orang. Tiap pendamping memiliki target minimal untuk menggraduasi 10 orang miskin tiap tahun.

"Pendamping PKH juga harus bersinergi dan berkolaborasi terutama dengan Pemda, ujungnya di Pemda," katanya

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.