Dark/Light Mode

Di Retreat Kepala Daerah, Gubernur Lemhannas Bicara Ketahanan Nasional

Sabtu, 22 Februari 2025 17:38 WIB
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas) Tb. Ace Hasan Syadzily. (Foto: Ist)
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas) Tb. Ace Hasan Syadzily. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas) Tb. Ace Hasan Syadzily menekankan pentingnya ketahanan nasional dalam menghadapi dinamika geopolitik global saat menyampaikan ceramah geopolitik pada pembukaan Retreat Kepala Daerah di Magelang, Sabtu (22/2/2025).

Ace juga menyampaikan selamat kepada para kepala daerah yang baru dilantik dan mengingatkan pentingnya menjaga amanah serta kepercayaan rakyat. “Geopolitik global saat ini tidak sedang baik-baik saja. Kita menghadapi berbagai dinamika global dan rivalitas antarnegara,” kata Ace yang juga Ketua DPP Partai Golkar dan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat tersebut.

Lemhannas, kata dia, berperan sebagai leading sector dalam dua proyek prioritas utama, yakni penyelenggaraan pendidikan pengkaderan pemimpin di tingkat pusat hingga daerah serta pelaksanaan Training of Trainers Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan. Dalam rangkaian retreat yang berlangsung selama dua hari (22-23 Februari 2025), Lemhannas turut serta guna membentuk pemimpin daerah yang berkarakter negarawan.

Baca juga : Mardiono: Retreat Kepala Daerah Wujud Persatuan Bangsa

Dia juga menyoroti peran strategis kepala daerah dalam memperkuat ketahanan nasional melalui kebijakan yang inovatif dan sinergi antardaerah. Ia juga menekankan bahwa kontribusi daerah sangat diperlukan untuk mendukung serta merealisasikan program pemerintah pusat dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Selanjutnya Gubernur Lemhannas menyinggung dinamika geopolitik global yang kompleks, termasuk rivalitas Amerika Serikat-China, ketegangan Rusia-Ukraina, konflik Israel-Palestina, serta ketidakstabilan di kawasan Indo-Pasifik. Selain itu, ia juga menyoroti dampak perubahan iklim dan ancaman transnasional yang dapat mempengaruhi stabilitas nasional.

Menurutnya, Indonesia memiliki peluang besar untuk mencapai target pendapatan per kapita sebesar 12.233 dolar AS dan masuk ke dalam 10 besar ekonomi dunia pada 2045. “Bonus demografi harus dimanfaatkan melalui reformasi struktural, hilirisasi sumber daya alam, dan investasi teknologi,” paparnya, seraya mengutip pidato Presiden Soekarno, “Berpikirlah besar karena kita adalah bangsa besar.”

Baca juga : Instruksi Mega Tak Diikuti Semua Kader Banteng

Di tengah acara, dia sempat membangkitkan semangat para kepala daerah dengan mengajak mereka berdiri dan menyanyikan lagu Hymne Wawasan Nusantara sebelum melanjutkan ceramahnya.

Ia kemudian memaparkan konsep Asta Cita sebagai strategi untuk mewujudkan ketahanan nasional yang dinamis. Ia menegaskan bahwa kepala daerah harus mampu memanfaatkan peluang sekaligus mengantisipasi ancaman melalui kebijakan yang inovatif dan berorientasi pada kepentingan bangsa.

Menutup acara, Ace kembali mengajak seluruh peserta untuk menyanyikan lagu Indonesia Pusaka dan Tanah Airku dengan penuh khidmat. Ia juga mengutip pernyataan Presiden Prabowo, “Kalau ikan menjadi busuk, busuknya mulai dari kepala,” sebagai pengingat akan pentingnya integritas dalam kepemimpinan.

Baca juga : Retreat Kepala Daerah di Magelang: Datang Naik Bus, Bajunya Komcad

Ace lalu  menyerukan semangat solidaritas, ia mengajak seluruh pemimpin daerah untuk bersinergi dalam mewujudkan pemerintahan yang efektif dan berintegritas. “Dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, mari songsong Indonesia Emas 2045 yang adil, makmur, dan berdaulat,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.