Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Di Tengah Anjloknya IHSG, Mendagri: Pertumbuhan Ekonomi Dan Inflasi RI Masih Oke
Senin, 24 Maret 2025 17:07 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyoroti fenomena anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang seolah-olah mengindikasikan perekonomian Indonesia kurang bagus. Padahal faktanya, rapor perekonomian Indonesia masih tergolong kinclong.
"Terlepas dari adanya indikator yang kurang baik dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan IV tahun 2024 masih tumbuh di atas 5 persen yakni 5,02 persen. Angka 5,02 persen untuk Indonesia, yang merupakan negara keempat terbesar di dunia, bukanlah hal yang mudah. Banyak negara-negara yang jauh di bawah kita," papar Tito dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi 2025 yang terpantau secara virtual, Senin (24/3/2025).
Di level global, pertumbuhan ekonomi Indonesia menempati peringkat 41 dari 185 negara. Sedangkan di kelompok negara G20, Indonesia menempati peringkat 3 setelah India dan China.
Baca juga : Sinergi BRI Dan HKI Dorong Pertumbuhan Ekonomi Dan Optimalisasi Kawasan Industri
Di ASEAN, pertumbuhan ekonomi Indonesia menempati peringkat 5 dari total 11 negara.
Melihat data tersebut, Mendagri optimistis ekonomi Indonesia masih tumbuh positif.
"Kita 5,02 persen masih bagus. Di atas Malaysia, Singapura, Laos, Thailand, dan Myanmar. Apalagi Timor Leste, yang mengalami pelambanan ekonomi minus 18,1 persen," beber Tito.
Baca juga : Tenang, Ekonomi Kita Masih Kuat
Dilihat dari pertumbuhan ekonomi daerah, pertumbuhan ekonomi tertinggi pada triwulan IV tahun 2024 dicapai oleh Provinsi Papua Barat, dengan angka 19,56 persen. Diikuti Sulawesi Tengah dan Maluku, yang masing-masing mencatat angka 9,08 persen dan 6,24 persen.
"Memang ada yang kurang (pertumbuhan ekonominya). Yang rendah itu Bangka Belitung, Papua, Sulawesi Barat, Riau, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Gorontalo," jelas Tito.
Inflasi Rendah
Mendagri menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), secara year on year, pada Februari 2025 terjadi deflasi sebesar 0,09 persen.
Baca juga : OECD Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 Jadi 4,9 Persen
Angka tersebut menempatkan Indonesia di peringkat 13 dari 186 negara di dunia yang inflasinya rendah, peringkat 2 dari 24 negara G20, dan peringkat 3 dari 11 negara ASEAN.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya