Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) masih siaga untuk diperbantukan menjaga Perairan Natuna. Bahkan, menambah kapal untuk terus memantau pergerakan kapal asing. Total ada 39 kapal.
Direktur KPLP Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub Ahmad, mengatakan 39 kapal ini berasal dari lima Pangkalan Laut dan Pantai (PLP) yang tersebar di lima titik.
Kelimanya yaitu PLP Tanjung Uban (Kepulauan Riau), PLP Tanjung Priok (Jakarta), PLP Tanjung Perak (Jawa Timur), PLP Bitung (Sulawesi Utara), dan PLP Tual (Maluku).
Baca juga : Mane Pemain Terbaik Benua Afrika
"5 PLP tersebut memiliki 39 kapal yang memang berpatroli khusus untuk melaksanakan penegakan hukum di laut, baik itu menyangkut kapal berbendera Indonesia maupun kapal asing yang beroperasi masuk ke Indonesia," katanya di Jakarta, Sabtu (11/1).
Ahmad menjelaskan, dalam menjalankan tugas dan fungsinya, seluruh stakeholder maritim di Indonesia bekerja berdasarkan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. Begitu pula dengan Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai yang dipimpinnya.
"Kita yang pasti menjaga dan patroli. KPLP di bawah Kemenhub bekerja berdasarkan Undang-Undang, sama halnya dengan Polair, TNI Angkatan Laut, BMKG, Bakamla, dan KKP. Semua jelas pelaksanakan tugas dan fungsinya berdasarkan Undang-Undang," ujarnya.
Baca juga : Bantu Pergantian Mesin IKM Korban Banjir, Kemenperin Siapkan 4 M
Ahmad mengungkapkan, sebelumnya juga sudah ada sejumlah kapal yang bergerak ke Natuna untuk berpatroli. Pada Minggu (3/1) lalu, Kapal Negara (KN) Sarotama P-112 telah berangkat dari PLP Tanjung Uban di Pulau Bintan menuju ke perairan Natuna yang berjarak lebih dari 500 kilometer.
Pada Jumat (10/1) KN Kalimasada P-115 juga dikirim untuk membantu KN Sarotama P-112. Kapal-kapal tersebut dijalankan dan berkoordinasi dengan para pihak terkait.
Sebelumnya, pemerintah China mulai menanggapi ketegangan yang terjadi di Laut Natuna dengan Indonesia. China menilai masalah ini hanya perlu diselesaikan dengan komunikasi, berbeda dari sikap China pada awal-awal ketegangan pekan lalu.
Baca juga : Waspada Potensi Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi Dalam Sepekan ke Depan
Juru Bicara Menteri Luar Negeri China, Geng Shuang, mengatakan China dan Indonesia telah berkomunikasi secara diplomatik terkait permasalahan ini. [KPJ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya