Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kendala Evakuasi Jemaah Dari Muzdalifah
Begini Penjelasan Kemenag
Senin, 9 Juni 2025 07:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Agama (Kemenag) buka suara soal banyaknya jemaah haji Indonesia yang terpaksa berjalan kaki dari Muzdalifah ke Mina. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief menjelaskan, situasi tersebut terjadi akibat padatnya lalu lintas di jalur antar dua lokasi penting dalam rangkaian ibadah haji.
“Pergerakan jemaah dari malam hingga subuh sangat bergantung pada kondisi lalu lintas yang padat. Ribuan bus antre menuju Mina, sementara di sisi lain, banyak jemaah juga berjalan kaki di kawasan tersebut. Ini membuat arus pergerakan jadi tersendat,” ujar Hilman di Makkah, Minggu (8/6/2025).
Hilman menjelaskan, keterlambatan kedatangan bus dari waktu yang dijadwalkan menyebabkan proses evakuasi jemaah haji Indonesia dari Muzdalifah ke Mina mundur sekitar 40 menit dari target. Akibatnya, tak sedikit jemaah yang akhirnya memilih berjalan kaki menembus panasnya padang pasir karena khawatir tak kunjung terangkut.
Baca juga : Golkar Puji Kerja Bahlil
Proses evakuasi secara keseluruhan baru dinyatakan rampung pada pukul 09.40 Waktu Arab Saudi (WAS), Jumat, 6 Juni 2025. Padahal, target awal penyelesaian seharusnya pada pukul 09.00 WAS.
Menurut Hilman, pemberangkatan sebenarnya sudah dimulai tepat waktu, yakni pukul 23.35 WAS pada malam 10 Zulhijjah 1446 H, sesuai kebijakan Pemerintah Arab Saudi. “Realisasi di lapangan secara umum memang sesuai jadwal, tapi proses evakuasi secara keseluruhan baru selesai pukul 09.40 WAS,” ujar Hilman.
Dia mengungkapkan, keterlambatan terutama disebabkan tidak konsistennya jadwal ribuan bus yang mengangkut jemaah. Setelah pukul 00.00 WAS, jadwal keberangkatan tak berjalan mulus karena padatnya antrean dan lalu lintas. “Namun secara keseluruhan, proses evakuasi berhasil dilakukan,” katanya.
Baca juga : Bantu Korban Kebakaran Kapuk Muara, Pemprov Jakarta Gercep
Sejumlah jemaah sampai ada yang memilih keluar dari pintu Muzdalifah dan berjalan kaki menuju Mina. Fenomena ini memicu pergerakan spontan yang tak terkendali. “Sebagian jemaah memutuskan berjalan karena bus tidak kunjung datang,” kata Hilman.
Pada Jumat pagi, gelombang jemaah dari berbagai maktab mulai berjalan kaki karena khawatir tak akan terangkut hingga siang hari. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akhirnya memperbolehkan sebagian jemaah berjalan, tapi tetap mengingatkan kelompok lanjut usia dan risiko tinggi (risti) agar menunggu di Muzdalifah.
“Berjalan bagi lansia dan risti akan sangat menguras energi,” jelas Hilman.
Baca juga : Golkar Kritik Slogan Pasangan Lucky-Sae
Namun, langkah kaki jemaah justru memperparah situasi. Pergerakan massal ini mempersempit jalur bus, menyebabkan kemacetan dan memperlambat rotasi angkutan. “Permintaan untuk menghentikan arus jalan kaki tak bisa dikendalikan,” kata Hilman.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya