Dark/Light Mode

Wuhan Coronavirus Makin Merajalela, Jokowi Instruksikan TNI Jemput WNI di Hubei

Jumat, 31 Januari 2020 14:07 WIB
Petugas medis di China, sigap melayani korban Wuhan coronavirus (Foto: SCMP)
Petugas medis di China, sigap melayani korban Wuhan coronavirus (Foto: SCMP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi melalui Juru Bicara Fadjroel Rachman, memerintahkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk mengirim prajuritnya, menjemput warga negara Indonesia (WNI) yang ada di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China.

Hal ini dilakukan, menyusul merajalelanya Wuhan coronavirus alias virus Corona asal Kota Wuhan, yang sejak akhir Desember 2019 telah membikin 213 warga China meregang nyawa, dari total 9.692 kasus terinfeksi.

Secara global, virus yang telah menjalar ke 22 negara ini sudah menginfeksi 9.816 orang.

Menurut rencana, proses evakuasi WNI di Wuhan akan menggunakan tiga pesawat milik TNI sejenis Hercules, untuk sekali pemberangkatan. Atau, menggunakan pesawat sipil yang membutuhkan lebih dari satu kali pemberangkatan.

Baca juga : WHO Sudah Tetapkan Status Darurat Internasional, AS Larang Warganya ke China

"Dilakukan setelah rapat terbatas (ratas) tadi malam. Sejak merebaknya kasus tersebut, KBRI Beijing mengatakan kepada Menteri Luar Negeri, bahwa mereka selalu berkoordinasi dengan WNI di Hubei. Terutama, mereka yang berada di Kota Wuhan. Meski masih di-lockdown, TNI siap dikerahkan untuk menjemput. Tapi, belum ada keputusan apakah akan menggunakan pesawat TNI atau sipil," kata Fadjroel di Ruang Pers Istana Jakarta, Jumat (31/1).

Sebanyak 243 WNI yang ada di Provinsi Hubei tersebar di kota Xianing, Huangxi, Xiangian, dan Xian. Sementara itu, Persatuan Pelajar Indonesia Tiongkok yang berada di Kota Wuhan, China mengklaim 93 mahasiswa dan WNI masih berada di Kota Wuhan.

Meski mereka diklaim tidak terdeteksi virus Corona, Jokowi tetap menginstruksikan seluruh kementerian terkait, untuk meningkatkan kemampuannya dalam merespon pencegahan dan mendeteksi wabah penyakit pandemik global melalui teknik nuklir, biologi, dan kimia.

" Ratas terus dilakukan melalui koordinasi berdasarkan Instruksi Presiden No. 4 tahun 2019 tentang Peningkatan Kemampuan Dalam m Mencegah, Mendeteksi, dan Merespon Wabah Penyakit Pandemik Global dan Kedaruratan Nuklir Biologi dan Kimia," jelas Fadjroel.

Baca juga : Jokowi Instruksikan Segera Evakuasi WNI di Hubei

Sebagai persiapan menerima WNI di Tanah Air, Presiden melalui Inpres no 4 Tahun 2019 memberi instruksi kepada sekitar 20 kementerian terkait evakuasi tersebut.

Kementerian Kesehatan, antara lain telah menyiapkan sejumlah rumah sakit yang dilibatkan guna mengurangi risiko penyebaran virus corona.

Pada kesempatan yang sama, Fadjroel juga memaparkan kendala penjemputan WNI di Provinsi Hubei. Di antaranya, tujuh akses transportasi dari dan menuju Kota Wuhan masih ditutup. Dalam kondisi ini, Kementerian Luar Negeri terus melakukan proses negosiasi dengan pemerintah China.

"Karena ini hubungan antar negara, antar pemerintah Indonesia dan China, tentunya tidak semudah seperti berurusan antar provinsi di Indonesia. Apalagi, terkait merebaknya virus Corona," kata Fadjroel.

Baca juga : Korban New Coronavirus di Malaysia Kini Jadi 8, Semuanya WN China

Sambil menunggu proses evakuasi, pemerintah Indonesia mengirimkan dana Rp 133,2 juta untuk kebutuhan logistik WNI di wilayah karantina Provinsi Hubei. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.