Dark/Light Mode

Mendikti Saintek Buka ASSIGN Ke-8 PPI Jepang Di University of Tokyo

Selasa, 29 Juli 2025 18:39 WIB
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto (kanan) saat membuka secara virtual Annual Scientific Symposium of Indonesian Collegian in Japan (ASSIGN) yang diselenggarakan oleh PPI Jepang di The University of Tokyo Kampus Bunkyo. Foto: Istimewa
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto (kanan) saat membuka secara virtual Annual Scientific Symposium of Indonesian Collegian in Japan (ASSIGN) yang diselenggarakan oleh PPI Jepang di The University of Tokyo Kampus Bunkyo. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto secara resmi membuka Annual Scientific Symposium of Indonesian Collegian in Japan (ASSIGN) ke-8 yang diselenggarakan oleh PPI Jepang di The University of Tokyo Kampus Bunkyo.

Simposium ilmiah yang berlangsung pada 26–27 Juli 2025 ini mengusung tema “Kontribusi Riset dan Inovasi Pelajar Indonesia di Jepang Menuju Indonesia Emas 2045.”

Kegiatan ini menghadirkan para pelajar, diaspora, akademisi, dan profesional dari berbagai negara di Asia serta menghadirkan pembicara tingkat nasional dan internasional.

Baca juga : Mediatek Bocorkan Inovasi AI Melalui Perangkat Pintar, IoT dan Otomotif

Dalam sambutannya, sebagai alumni PPI Jepang, Prof. Brian Yuliarto menegaskan pentingnya agenda seperti ASSIGN sebagai wadah sinergi inovasi dan kolaborasi lintas disiplin untuk menyongsong masa depan Indonesia yang inklusif dan berdaya saing.

“ASSIGN tidak hanya forum ilmiah, namun panggilan untuk bergandengan tangan membawa pemikiran progresif diaspora kepada pemangku kebijakan, serta memperkuat kontribusi generasi muda dalam agenda pembangunan nasional,” tutur Prof. Brian yang juga alumni University of Tokyo.

Prof. Brian sempat juga membagikan pengalamannya saat susah dan senang ketika 15 tahun lalu menempuh pendidikan di Jepang kepada para mahasiswa Indonesia di Jepang yang hadir dalam ASSIGN ke 8.

Baca juga : Mendiktisaintek Sikapi Seruan Cabut Gelar Profesor Terduga Predator Di Gorontalo

Dia berpesan agar selain berorganisasi, mahasiswa yang aktif sebagai pengurus PPI Jepang harus lulus tepat waktu agar bisa berkontribusi membangun negara.

ASSIGN ke-8 tahun ini terdiri dari tiga rangkaian acara, yaitu: rangkaian webinar, kompetisi ilmiah, dan konferensi. Kegiatan puncak diadakan secara hybrid di Balai Indonesia Sekolah Republik Indonesia Tokyo dan Universitas Tokyo, serta secara daring, sehingga menjangkau peserta dari berbagai lapisan dan negara.

Ketua panitia ASSIGN ke-8, Muhammad Fahmi Aziz, menyampaikan harapan agar acara ini menjadi katalis bagi pelajar Indonesia di Jepang untuk terus berinovasi dan meningkatkan jejaring internasional demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Baca juga : Pertamina Retail Buka Lagi Layanan SPBU Di Universitas Diponegoro

"Simposium ilmiah ini diharapkan dapat merumuskan rekomendasi kebijakan dan strategi baru agar peran generasi muda diperkuat untuk menghadapi tantangan transformasi sosial, ekonomi, dan teknologi global di masa depan," tutup Ketua Umum PPI Jepang Prima Gandhi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.