Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pemerintah Pantau Situasi Keamanan Iran
Konflik Timteng Memanas, Keselamatan WNI Prioritas
Kamis, 12 Maret 2026 06:55 WIB
Sebelumnya
“Pemerintah mengimbau para WNI yang berada di kawasan konflik Timur Tengah terus berkoordinasi dengan perwakilan RI setempat untuk memastikan keselamatan dan kelancaran proses repatriasi,” jelasnya.
Sebelumnya, konflik di Timur Tengah bermula dari serangan Amerika Serikat dan Israel ke Teheran, Iran, pada Sabtu (28/2/2026) pagi yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Iran kemudian melakukan serangan balasan ke sejumlah wilayah Israel dan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah dengan menggunakan drone dan rudal.
Baca juga : Minta Fee Buat Lebaran, Bupati Rejang Lebong TSK Suap Ijon Proyek
Aksi saling serang hingga kini masih berlangsung, sehingga membuat situasi keamanan di kawasan tersebut semakin memanas.
Dampak konflik juga dirasakan di sektor pendidikan. Sejumlah institusi pendidikan di Teheran menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar, termasuk bagi pelajar WNI yang menempuh pendidikan di kota tersebut.
Baca juga : Bantah Isu Perebutan Kekuasaan, Gerindra NTB Sebut Kursi Ketua DPD Dimiliki DPP
Kementerian Luar Negeri mencatat, terdapat sekitar 329 WNI yang berada di Iran. Sebagian besar merupakan pelajar yang menempuh pendidikan di berbagai institusi pendidikan, terutama di Kota Qom.
Setelah gelombang pertama pemulangan, Kementerian Luar Negeri menyatakan, gelombang kedua evakuasi akan segera dilakukan dalam waktu dekat dan diperkirakan mencakup sekitar 36 WNI.
Baca juga : Gerindra Dorong Pembentukan Regulasi Artificial Intelligence
Pemerintah juga mengimbau masyarakat yang berencana bepergian ke kawasan Timur Tengah terus memantau perkembangan situasi keamanan. Warga diminta menunda perjalanan apabila tidak bersifat mendesak. SSL
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Kamis, 12 Maret 2026 dengan judul "Pemerintah Pantau Situasi Keamanan Iran Konflik Timteng Memanas, Keselamatan WNI Prioritas"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya