Dark/Light Mode

Dipastikan Tito: 99,9% Korban Bencana Sumatera Tinggalkan Tenda Pengungsian

Kamis, 26 Maret 2026 07:30 WIB
Mendagri Tito Karnavian menyampaikan perkembangan penanganan pengungsi pascabencana Sumatera, Rabu (25/3/2026). Foto: UMM/RM.ID
Mendagri Tito Karnavian menyampaikan perkembangan penanganan pengungsi pascabencana Sumatera, Rabu (25/3/2026). Foto: UMM/RM.ID

 Sebelumnya 
Ia menjelaskan, saat ini anggaran BNPB baru mencakup bantuan stimulan untuk rumah rusak ringan dan sedang. Namun, pembangunan hunian tetap bagi korban dengan kerusakan berat tetap berjalan karena kebutuhan mendesak. 

BNPB juga menyiapkan dua skema pembangunan hunian tetap. Pertama, pembangunan langsung oleh pemerintah. Kedua, masyarakat membangun rumah secara mandiri dengan bantuan dana stimulan sebesar Rp 60 juta per unit, yang dicairkan bertahap. 

Suharyanto memastikan seluruh hunian yang dibangun, baik oleh pemerintah maupun masyarakat, tetap memenuhi standar kelayakan dan keamanan. 

Baca juga : Satriwan Salim: Aturan Ini Jangan Hanya Jadi Macan Kertas Saja

“Rumah yang dibangun harus memenuhi standar teknis, seperti penggunaan besi beton yang sesuai, sehingga aman dan layak dihuni dalam jangka panjang,” tegasnya. 

Ia menambahkan, perbedaan nilai pembangunan hunian tetap dipengaruhi oleh lokasi pembangunan. Rumah yang dibangun di kawasan relokasi terpusat memiliki komponen biaya berbeda dibanding rumah yang dibangun di lahan milik warga (in situ). 

Pemerintah pun memberikan fleksibilitas kepada masyarakat untuk memilih skema hunian. Warga dapat menempati kawasan relokasi yang disiapkan pemerintah atau membangun kembali rumah di lokasi asal, selama dinilai aman dari risiko bencana. 

Baca juga : Hetifah Sjaifudian: Pengawasan Tak Bisa Dibebankan Ke Satu Pihak

Sebagai contoh, BNPB telah membangun hunian tetap di Kabupaten Bireuen, Aceh, dengan skema pembangunan di lokasi asal warga. Rumah tersebut dibangun dengan anggaran Rp 60 juta per unit dan kini sudah mulai ditempati penyintas. 

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga meninjau langsung kondisi korban bencana saat melaksanakan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah di Masjid Darussalam, Aceh Tamiang, Sabtu (21/3/ 2026). Usai salat, Presiden bersilaturahmi dengan warga, menyerahkan bantuan sembako, serta meninjau hunian sementara di sekitar lokasi. 

Dalam kunjungan tersebut, Presiden didampingi sejumlah pejabat, di antaranya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, serta Panglima TNI Agus Subianto. 

Baca juga : DPR Rela Potong Gaji

Dengan capaian ini, pemerintah optimistis proses pemulihan pascabencana di Sumatera dapat segera tuntas, sekaligus memastikan masyarakat terdampak kembali hidup dengan aman dan bermartabat. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.