Dark/Light Mode

Gelar Public Hearing, Kemenko PM Dukung Level Up Ekosistem Gim Nasional

Selasa, 31 Maret 2026 16:58 WIB
Kemenko menggelar Public Hearing Ekosistem Gim Nasional bertajuk Penguatan dalam Perspektif Praktisi dan Pengusaha Industri Gim di Jakarta, Selasa (31/3/2026). (Foto: Dok. Kemenko PM)
Kemenko menggelar Public Hearing Ekosistem Gim Nasional bertajuk Penguatan dalam Perspektif Praktisi dan Pengusaha Industri Gim di Jakarta, Selasa (31/3/2026). (Foto: Dok. Kemenko PM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) menyelenggarakan kegiatan Public Hearing Ekosistem Gim Nasional bertajuk "Penguatan dalam Perspektif Praktisi dan Pengusaha Industri Gim" di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Forum ini menjadi ruang bagi pemerintah untuk menjaring aspirasi langsung dari para pengembang, investor, dan praktisi guna mengevaluasi serta memperkuat kebijakan industri gim di tanah air.

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison mengungkapkan, apresiasinya terhadap pertumbuhan subsektor gim yang kian melesat.

Berdasarkan data tahun 2025, nilai ekspor pengembang gim Indonesia telah menembus angka 60,8 juta USD, menjadikannya penyumbang ekspor terbesar keempat setelah subsektor fesyen, kriya, dan kuliner. ​

Baca juga : Dorong Solidaritas, Kemenko PM Gelsr Program Pasar 1001 Malam di Banda Aceh

Leontinus menekankan, perlunya transparansi dalam melihat realitas lapangan, pangsa pasar gim lokal di negeri sendiri saat ini masih berada di kisaran 1 persen sementara pasar domestik didominasi oleh produk impor. ​

“Pemerintah tidak tinggal diam dan telah mendorong percepatan lewat Perpres Nomor 19 Tahun 2024. Semangatnya jelas: kita ingin gim buatan lokal menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan mampu unjuk gigi di kancah global,” ujar Leontinus.

Ia menegaskan, bahwa partisipasi publik yang bermakna adalah kunci dalam proses pembuatan kebijakan.

Melalui Public Hearing ini, pemerintah memposisikan diri sebagai pendengar untuk menyerap seluruh masukan, mulai dari kendala pendanaan hingga dominasi publisher asing.

Baca juga : Menko Pangan Percepat Swasembada Garam Nasional

​“Siang ini, posisinya dibalik. Pemerintah yang akan jadi pendengar, dan teman-teman pelaku industrilah yang jadi pembicara utamanya. Tolong sampaikan masukan, saran, curhatan soal pain points, atau bahkan kritik pedas sekalipun ke kami. Jangan ada yang ditahan-tahan,” ujar Leontinus.

Ia menambahkan bahwa masukan riil dari praktisi sangat krusial agar ekosistem yang terbentuk sesuai dengan kebutuhan nyata, bukan sekadar asumsi di atas meja birokrasi.

Hasil dari diskusi ini nantinya akan dirumuskan menjadi langkah konkret, termasuk dalam bentuk Policy Brief, yang diharapkan dapat menjadi game changer bagi industri gim nasional. ​

CEO Toge Productions Kris Antoni Hadiputra mengapresiasi inisiatif Kemenko PM yang membuka ruang dialog terbuka bagi para praktisi.

Baca juga : Tinjau PT Garam, Menko Pangan Dorong Percepatan Swasembada Garam Nasional 2027

​“Kami sangat menghargai langkah Kemenko PM yang mau turun langsung mendengar suara dari bawah. Forum seperti ini memberikan harapan baru. Ini adalah langkah awal yang sangat positif untuk membawa gim lokal naik level," ujar Kris.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari berbagai lini industri, antara lain Luat Sihombing (Direktur Gim Kementerian Ekonomi Kreatif), Aero Wibowo (Genesia Ventures), Kris Antoni Hadiputra (Toge Productions), Arrizki Ramadhan (Memento Studios), dan Adam Ardisasmita (Arsanesia).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.