Dark/Light Mode

PSEL Dibangun Di Bali

Pangkas 80 % Beban TPA, Serap 1.200 Tenaga Kerja

Kamis, 9 Juli 2026 07:00 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani, Chief Investment Officer (CIO) Danantara Investment Management Pandu Patria Sjahrir, serta Gubernur Bali Wayan Koster meresmikan dimulainya pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Desa Pedungan, Denpasar Selatan, Bali, Rabu (8/7/2026). Foto: Danantara Indonesia
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani, Chief Investment Officer (CIO) Danantara Investment Management Pandu Patria Sjahrir, serta Gubernur Bali Wayan Koster meresmikan dimulainya pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Desa Pedungan, Denpasar Selatan, Bali, Rabu (8/7/2026). Foto: Danantara Indonesia

 Sebelumnya 
Fasilitas ini juga dirancang mengikuti standar lingkungan Eropa atau European Industrial Emissions Directive (EU IED).

Sistem pengendalian emisi dilakukan melalui Air Pollution Control System (APCS) berlapis sebelum gas buang dilepaskan ke udara.

“PSEL Bali diproyeksikan mampu menurunkan hingga 80 persen emisi per ton sampah dibandingkan metode pembuangan terbuka ke TPA,” ujar Pandu.

Baca juga : Kapolri Salurkan 80 Ton Pupuk Batubara Di Riau

Dia menambahkan, tim proyek melibatkan tenaga ahli yang berpengalaman mengerjakan proyek PSEL di Thailand, Australia, Malaysia, Kuwait, China, Irlandia dan Jerman.

“Proses pemilihan mitra dilakukan secara profesional dengan dukungan keahlian teknis, operasional, hukum, finansial dan lingkungan,” jelasnya.

Zulkifli Hasan mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat. Mulai dari Danantara Indonesia, Pemerintah Provinsi Bali, PLN hingga para mitra proyek.

Baca juga : Konsekuensi Ideologis Dan Konstitusional, Megawati Tegaskan PDIP Bukan Oposisi

Menurutnya, pembangunan PSEL dapat dimulai setelah Pemerintah menyederhanakan berbagai regulasi yang selama bertahun-tahun menjadi hambatan penyelesaian persoalan sampah.

“Dengan aturan yang lebih jelas, kerja sama yang kuat, dan tata kelola yang baik, saya yakin pengelolaan sampah dapat dipercepat sehingga memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” kata Zulhas, sapaan Zulkifli Hasan.

Selain berfungsi sebagai fasilitas pengolahan sampah, PSEL Bali juga dirancang menjadi ikon baru yang mengusung filosofi Tri Hita Karana, yaitu harmoni antara manusia, alam dan Tuhan.

Baca juga : Larang Penunggak Pajak Gunakan BBM Subsidi, Gubernur NTT Layak Ditiru

Desainnya mengadopsi inspirasi Menara Meru, ornamen tenun dan ukiran khas Bali, serta menggunakan material lokal.

Kawasan ini juga akan dilengkapi visitor center dan jalur edukasi terpandu yang dapat dimanfaatkan oleh pelajar, mahasiswa, peneliti, maupun masyarakat umum. KPJ

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Kamis, 9 Juli 2026 dengan judul "PSEL Dibangun Di Bali Pangkas 80 % Beban TPA, Serap 1.200 Tenaga Kerja"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.