Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pemerintah Perluas Tes HIV, Deteksi Dini Jadi Kunci Putus Rantai Penularan
Minggu, 26 Juli 2026 10:22 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah terus memperluas akses deteksi dini HIV sebagai langkah utama untuk menekan penyebaran virus, sekaligus memastikan masyarakat yang terinfeksi dapat segera memperoleh pengobatan.
Melalui perluasan layanan tes HIV di berbagai fasilitas kesehatan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ingin semakin banyak orang mengetahui status kesehatannya sejak dini, sehingga risiko penularan dapat ditekan.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, dr. Andi Saguni, MA, menegaskan bahwa pemeriksaan HIV tidak perlu ditakuti.
Menurutnya, semakin cepat seseorang mengetahui status HIV, semakin besar peluang menjaga kesehatan diri sekaligus melindungi orang-orang di sekitarnya.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak takut melakukan tes HIV, apabila memiliki faktor risiko atau direkomendasikan oleh tenaga kesehatan," kata Andi dalam keterangannya, Minggu (26/7/2026).
Baca juga : RS Premier Bintaro Perkenalkan Penanganan Terkini Batu Saluran Kemih
Menurutnya, mengetahui status HIV sejak dini merupakan langkah penting untuk melindungi diri sendiri, pasangan, dan keluarga.
"HIV dapat dikendalikan dengan pengobatan yang diminum secara teratur, sehingga orang dengan HIV dapat hidup sehat, produktif, dan tetap berkontribusi bagi masyarakat," tuturnya.
Andi menjelaskan, HIV merupakan penyakit kronis yang kini dapat dikendalikan melalui terapi antiretroviral (ARV). Karena itu, keberhasilan penanggulangan HIV tidak hanya dilihat dari berkurangnya kasus baru, tetapi juga dari semakin banyaknya masyarakat yang menjalani tes, memulai pengobatan tepat waktu, dan mempertahankan terapi secara berkelanjutan.
Kemenkes juga mengingatkan pentingnya menghentikan stigma terhadap orang dengan HIV (ODHIV). Edukasi yang benar, menjadi bagian penting agar masyarakat tidak ragu memanfaatkan layanan kesehatan dan menjalani pemeriksaan ketika memiliki faktor risiko.
Perluasan Skrining Tingkatkan Penemuan dan Penanganan Kasus
Perluasan layanan deteksi dini telah meningkatkan cakupan pemeriksaan HIV di rumah sakit, puskesmas, klinik, hingga layanan berbasis komunitas.
Baca juga : Kementan Percepat Adopsi Teknologi PM-AAS di Kabupaten Sukabumi
Kondisi ini membuat lebih banyak kasus dapat ditemukan lebih awal, sehingga pasien dapat segera memperoleh pengobatan sesuai standar.
Kemenkes menegaskan, bertambahnya jumlah kasus yang ditemukan tidak serta-merta menunjukkan peningkatan penularan. Sebaliknya, hal tersebut juga mencerminkan semakin efektifnya program skrining yang dilakukan pemerintah bersama berbagai mitra.
Salah satu contoh terlihat di Kabupaten Sidoarjo. Kemenkes mencatat, berdasarkan data hingga Juni 2026, tercatat 1.183 kasus HIV secara kumulatif pada kelompok usia 0–24 tahun sejak 2001.
Temuan tersebut menjadi dasar penguatan berbagai program pencegahan, mulai dari pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak, edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja, hingga perluasan skrining pada kelompok usia muda.
Untuk memastikan data dipahami secara tepat, Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes juga telah melakukan supervisi program HIV di Kabupaten Sidoarjo.
Baca juga : Pemerintah Kebut Operasional Kopdes, Jadi Pusat Layanan Dan Penampung Hasil Desa
Langkah ini dilakukan untuk memverifikasi data yang beredar, mengevaluasi pelaksanaan deteksi dini, pengobatan, dan pendampingan bagi ODHIV, sekaligus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah.
Melalui penguatan layanan deteksi dini, Kemenkes berharap semakin banyak masyarakat mengetahui status HIV lebih cepat, memperoleh terapi sedini mungkin, dan ikut memutus mata rantai penularan di masyarakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya