Dark/Light Mode

Membludak, Peminat Upacara Kemerdekaan di Istana Kepresidenan Tembus 336 Ribu

Senin, 10 Agustus 2026 18:31 WIB
Mensesneg Prasetyo Hadi (Foto: Bakom RI)
Mensesneg Prasetyo Hadi (Foto: Bakom RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Antusiasme masyarakat mengikuti upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Kompleks Istana Kepresidenan pada 17 Agustus 2026 sangat tinggi. Terbukti, selama empat hari pendaftaran dibuka, jumlah pendaftar menembus 336 ribu orang, termasuk dari mancanegara.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, jumlah pendaftar itu jauh melampaui kapasitas awal yang disiapkan pemerintah sebesar 5.500 kuota untuk masyarakat yang ingin menghadiri langsung upacara di Istana.

"Dari agenda atau slot kurang lebih 5.500 yang kita siapkan, pendaftar selama empat hari dibuka melebihi 336 ribu pendaftar," ujar Pras dalam konferensi pers, di Jakarta, Senin (10/8/2026).

Baca juga : Ditanya Soal Reshuffle Kabinet, Mensesneg: Belum Ada

Menurut Pras, tingginya jumlah pendaftar menunjukkan antusiasme masyarakat untuk ikut memperingati detik-detik Proklamasi secara langsung di Istana. Sebagai Ketua Panitia Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Pras menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam proses pendaftaran.

Melihat tingginya minat tersebut, pemerintah memutuskan menambah kuota peserta untuk mengikuti Upacara Kemerdekaan di Kompleks Istana Kepresidenan. Panitia menyiapkan tambahan kapasitas sekitar 3.400 orang.

"Oleh karena itulah, kemarin kami memutuskan membuat tambahan satu blok lagi, yang kurang lebih kapasitasnya mencapai 3.400 orang," kata dia.

Baca juga : War Ticket Upacara HUT Ke-81 RI di Istana Merdeka Diperpanjang 8-9 Agustus

Tambahan kuota tersebut nantinya akan dibagi menjadi dua sesi, yakni upacara pada pagi hari dan upacara penurunan bendera pada sore hari. Mengingat kapasitas Istana Merdeka sebagai lokasi penyelenggaraan upacara, tak memungkinkan untuk langsung menampung semua peserta.

"Nanti, tentu akan kita bagi menjadi dua sesi yaitu upacara pagi dan upacara penurunan bendera, untuk menambah atau mengakomodasi jumlah supaya masyarakat yang dapat ikut hadir di Istana bisa lebih banyak," jelas Pras.

Utamakan Yang Belum Pernah Ikut

Pras menegaskan, pemerintah memprioritaskan masyarakat yang belum pernah mengikuti upacara peringatan kemerdekaan di Istana. "Kami juga ingin menyampaikan, tahun ini kami membagi porsi untuk memprioritaskan mereka yang belum pernah sama sekali," tuturnya. 

Baca juga : Mensesneg: 128.331 Warga Dari 36 Provinsi dan 14 Negara Ikut War Ticket HUT RI

Panitia, lanjut Pras, melakukan analisis terhadap data seluruh pendaftar untuk mendeteksi nama-nama yang sudah pernah mengikuti upacara di Istana. 

“Bukan tidak boleh, tetapi kita akan mencoba membagi porsi dengan berusaha memprioritaskan bagi saudara-saudara kita, masyarakat kita, yang belum pernah sama sekali," cetusnya.

"Pembagian porsi kami lakukan, agar kesempatan menghadiri langsung upacara kemerdekaan di Istana dapat lebih banyak dirasakan oleh masyarakat," tandas Pras. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.