Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- 7 Poin Penjelasan BMKG Soal Gempa Kepulauan Seribu, Tak Berpotensi Tsunami
- Gempa M5,9 Guncang Kepulauan Seribu Jakarta, Getaran Terasa Hingga Mentawai
- Sunderland Vs Arsenal, The Gunners Siap Buru Kemenangan Keempat
- US Open 2026, Sabalenka Dihadang Rybakina
- Muenchen, MU dan Como Pesta Gol di Liga Champions 2026/27
KPK Gandeng Tokoh Agama Garut, Perkuat Syiar Nilai Antikorupsi
Sabtu, 5 September 2026 19:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Upaya menanamkan nilai antikorupsi tidak hanya dilakukan melalui ruang pendidikan dan pemerintahan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menggandeng tokoh agama untuk memperkuat pemahaman masyarakat tentang integritas melalui pendekatan keagamaan.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, pendekatan tersebut dilakukan melalui Lokakarya Keagamaan Penulisan Naskah Dakwah Antikorupsi yang digelar Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat (Permas) KPK di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (1/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sedikitnya 20 tokoh agama di Kabupaten Garut. Menurut Budi, pelibatan tokoh agama menjadi penting karena Garut memiliki akar keagamaan dan budaya yang kuat, khususnya Islam, serta dikenal sebagai salah satu daerah yang mendapat julukan Kota Santri.
"Kekuatan dakwah dalam membentuk cara pandang dan perilaku masyarakat dapat menjadi ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai antikorupsi," kata Budi, Jumat (4/9/2026).
Budi menjelaskan, lokakarya tersebut merupakan bagian dari upaya KPK memperkuat kapasitas masyarakat keagamaan agar mampu menyampaikan pesan antikorupsi secara kontekstual, komunikatif, dan persuasif.
Baca juga : Kemendagri Minta Kepala Daerah Menjaga Integritas
Dengan pendekatan tersebut, nilai-nilai integritas diharapkan semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat sehingga lebih mudah dipahami sekaligus diterapkan.
"Kami ingin pesan integritas hadir di banyak ruang, tidak hanya ruang sidang dan ruang pendidikan, tetapi juga ruang keagamaan. Dengan begitu, masyarakat semakin memahami dan menerapkan nilai-nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari," ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, KPK juga memperkenalkan Buku Panduan Peran Serta Masyarakat Menurut Perspektif 6 Agama.
Panduan itu memuat perspektif nilai-nilai peran serta masyarakat dalam agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.
Budi berharap, penguatan literasi integritas berbasis nilai keagamaan tersebut dapat memperluas syiar pesan antikorupsi sekaligus memperkokoh kolaborasi lintas agama dalam membangun budaya integritas.
Bangun Ekosistem Integritas dari Masyarakat
Baca juga : Bukan Bangsa Pemadam
Menurut Budi, penguatan peran masyarakat tersebut sejalan dengan proses yang sedang dilakukan KPK di Garut. Sebelumnya, pada April 2026, KPK telah melakukan observasi terhadap Garut sebagai calon Kabupaten Antikorupsi tahun 2026.
Kabupaten Garut terpilih untuk mengikuti proses tersebut karena telah memenuhi sejumlah kriteria awal. Di antaranya capaian Monitoring Controlling Surveillance for Prevention (MCSP) serta predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama dua tahun berturut-turut.
Namun, Budi menegaskan capaian tersebut masih merupakan tahap awal. KPK masih akan melakukan penilaian, termasuk melihat kesiapan daerah, sebelum memasuki tahap bimbingan teknis dan proses penilaian berikutnya.
"Penetapan sebagai Kabupaten Antikorupsi tentunya melalui sejumlah tahapan dan penilaian. Jadi, proses yang dilakukan saat ini masih merupakan bagian dari rangkaian menuju tahap selanjutnya," jelas Budi.
Ia menambahkan, pembangunan daerah antikorupsi tidak cukup hanya dengan membenahi tata kelola pemerintahan.
Baca juga : KPK Sudah Berulangkali Ingatkan Pemkab Pemalang untuk Perbaiki Tata Kelola
Budaya integritas juga perlu tumbuh di tengah masyarakat. Karena itu, keterlibatan tokoh agama, masyarakat, dan berbagai elemen lokal dinilai penting untuk membangun ekosistem integritas secara berkelanjutan.
"KPK meyakini membangun daerah antikorupsi bukan hanya soal membenahi tata kelola pemerintahan, tetapi budaya integritas juga harus tumbuh di tengah masyarakat," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya