Dark/Light Mode

Dilepas Mensesneg dan Mensos Bersama Tukang Ojek dan Tukang Pos

Sembako Meluncur Dari Istana

Selasa, 21 April 2020 06:10 WIB
Menteri Sosial Juliari P Batubara didampingi Menteri Sekretaris  Negara Pratikno melepas distribusi bantuan sosial sembako di depan istana Merdeka, Jakarta, kemarin. (Foto: SETNEG)
Menteri Sosial Juliari P Batubara didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno melepas distribusi bantuan sosial sembako di depan istana Merdeka, Jakarta, kemarin. (Foto: SETNEG)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bansos yang dinanti-nantikan masyarakat mulai disalurkan. Penyaluran bantuan dimulai di Jakarta, kemarin. Dilepas dari gerbang Istana Merdeka. Setalah itu dilanjutkan ke Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan daerah-daerah lainnya.

Mensos Juliari Batubara dan Mensesneg Pratikno yang melepas secara simbolis distribusi bansos itu, kemarin pagi di gerbang Istana Merdeka. Keduanya kompak berkemeja putih dan bermasker hitam. "Secara simbolis mewakili Bapak Presiden," ujar Juliari yang juga didampingi Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Pepen Nazaruddin serta Direktur Hubungan Strategis dan Kelembagaan PT POS Indonesia (Persero) Noer Fajriensyah.

Di jalanan depan Kantor Presiden itu, 130 sepeda motor dan 13 unit mobil berjejer rapi. Para penunggangnya adalah para pegawai PT Pos Indonesia, driver ojek online (ojol), pihak Karang Taruna, Pasar Tani, dan pengemudi ojek pangkalan. Mereka inilah yang akan mendistribusikan paket bantuan berupa sembako itu.

Pukul 09.30 WIB, paket sembako itu mulai didistribusikan. Mensos memantau keberangkatan "para kurir pembawa Bansos" ini yang langsung menuju ke rumah-rumah warga yang menjadi penerima. Sepeda motor melaju beriringan, konvoi.

Baca juga : Bawaslu Temukan Ada Bantuan Sembako Disertai Foto Cakada

Bantuan sembako itu, menurut Mensos, akan didistribusikan kepada 1,2 juta keluarga atau sekitar 2,6 juta jiwa di DKI. Bantuan sembako senilai Rp 200 ribu itu, akan dibagikan dalam dua tahap setiap bulannya. Jadi, totalnya, Rp 600 ribu per bulan. Dibagikan selama tiga bulan. "Penerima manfaat akan menerima enam kali penyaluran (selama tiga bulan)," ungkap Juliari.

Isi bantuan itu berupa bahan makanan serta barang kebutuhan sehari-hari seperti beras, minyak goreng, kecap manis, sambal, mie instan, sarden, kornet sapi, teh celup, susu UHT, dan sabun batang. "Mudah-mudahan, hari ini walaupun secara simbolis, sudah mulai distribusi ke wilayah-wilayah DKI," harap Mensos.

Nantinya, pemberian bantuan sembako juga akan dilakukan di wilayah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Di wilayah-wilayah penyangga Jakarta itu, ada sekitar 600 ribu keluarga yang akan dapat jatah sembako dengan nilai yang sama per bulannya.

Juliari menegaskan, pemberian bantuan sembako ini merupakan langkah pemerintah untuk memenuhi kebutuhan rakyat yang terdampak Covid-19. Ini sekaligus merupakan antisipasi agar rakyat tidak mudik. "Tentunya apa yang kita lakukan pagi hari ini adalah memastikan kehadiran negara di dalam penanganan Covid-19," tegasnya.

Baca juga : Rakyat Teriak Ke Pemerintah Sembako Mahal Dan Langka

Dia berharap, penyaluran paket sembako ini bisa terselenggara dengan baik, cepat, dan tepat sasaran. Mengingat, bantuan ini sangat penting untuk meringankan beban masyarakat di tengah pandemi virus corona. "Kita sudah tidak punya waktu lagi. Kita harus cepat," ucap Juliari.

"Kami harap, dapat tepat sampai di keluarga yang paling membutuhkan," imbuh menteri asal PDIP ini.

Mewakili Presiden, Juliari mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu Kemensos dan pemerintah pusat dalam penyaluran paket sembako. "Bapak Presiden Jokowi ini memastikan paket sembako ini bisa terselenggara karena kerja sama seluruh pihak, Kemensos dan seluruh mitranya, seperti PT Pos dan semua mitra dalam pengerjaan sembako ini.”

Selain sembako, pemerintah juga memiliki rencana untuk memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) di luar wilayah Jabodetabek. BLT menyasar keluarga yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang digunakan Kemensos, tetapi tidak menerima bantuan sosial reguler (DTKS Non-Bantuan Sosial Nasional), baik Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Program Kartu Sembako.

Baca juga : Mentan dan Moeldoko Pantau Ketersediaan Pangan Tiap Provinsi

BLT akan menyasar sekitar 7,5 juta keluarga dari total DTKS Non-Bantuan Sosial Nasional sebesar 9.085.939 keluarga. BLT diberikan dalam bentuk uang senilai Rp 600 ribu per keluarga per bulannya. Waktu pemberiannya sama seperti paket sembako, yakni selama tiga bulan. "Untuk mekanismenya mungkin di wilayah DKI bisa menggunakan transfer. Sedangkan di luar DKI dapat melalui PT Pos Indonesia," ungkap Mensos.

Presiden Jokowi meminta penyaluran bansos diawasi secara ketat. "Saya ingin bansos ke yang tak mampu betul-betul tepat sasaran. Ada kontrol pengawasan, ada cek lapangan, sehingga bantuan bisa diterima dengan baik, dan bisa benar tepat sasaran," tegas Jokowi dalam Rapat Terbatas via konferensi video, kemarin.

Jokowi juga mengamini, Jakarta adalah daerah pembuka yang akan menerima bansos. "Terakhir, mengenai Bansos tadi pagi dimulai secara besar-besaran untuk 1,2 juta keluarga di DKI terlebih dulu, Bodetabek, dan nanti daerah lain," janji Jokowi.

Penyaluran bantuan ini pun disambut gembira. Di Twitter, akun @YusmarniYanuar mengaku sudah menerima paket sembako itu. "Alhamdulilah baru sampai Pak Presiden bantuannnya. Makasih Pak Presiden dan Pak Mensos," cuitnya. Akun @WR4AG226_id juga menyambut baik turunnya bansos ini. "Yang ini harus dibilang wow. @KemensosRI distribusikan bansos sembako untuk 1,2 juta KK di DKI. Terima kasih Pak Mensos @juliaribatubara yang sedikit bicara, banyak bekerja," pujinya yang diamini @AriestaRiico. "Terimakasih Pak Menteri karena Kemensos hadir," kicaunya. "InsyaAlloh bermanfaat dan tepat sasaran ke warga yang membutuhkan," imbuh @opink_zamenx. [OKT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.