Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Lebih Cepat Dari Target
Tahun Ini, Batas Wilayah Dengan Malaysia Tuntas
Sabtu, 9 Februari 2019 08:11 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Masalah perbatasan Indonesia-Malaysia wilayah darat ditargetkan tuntas tahun ini. Percepatan pembangunan di kawasan perbatasan pun terus digeber.
PLT Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Widodo Sigit Pudjianto mengatakan, masih ada tujuh perbatasan yang belum disepakati oleh kedua negara. Ketujuh perbatasan segera diselesaikan supaya tidak ada lagi saling klaim antara kedua negara.
“Presiden Jokowi menargetkan tahun 2020 masalah perbatasan dengan Malaysia sudah selesai semua. Tapi, kami optimis bisa selesai lebih cepat yaitu tahun ini,” kata Sigit kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Baca juga : Jatuh Dari Tangga Stasiun Subway, Wanita Bawa Bayi Dalam Stroller Tewas
Sigit menjelaskan, saat ini pemerintah sedang mempersiapkan banyak hal yang akan dibahas dalam forum kedua negara Joint Indonesia-Malaysia Committee (JIM) ke-43 yang akan digelar di Malaysia menjelang akhir tahun 2019. “JIM ke-42 digelar di Indonesia. Gantian, sedangkan JIM ke-43 akan diselenggarakan di Malaysia,” ujarnya.
JIM merupakan sidang forum bilateral kedua negara untuk membahas penyelesaian daerah yang bermasalah atau Outstanding Boundary Problem (OBP) yang sudah digelar sejak 1974. Artinya, kedua negara sudah membahas masalah perbatasan melalui JIM selama 44 tahun. Ada tujuh titik OBP yang masih terus dibahas yang terbagi menjadi dua sektor, yaitu barat dan timur. Empat OBP di sektor barat terletak di perbatasan Kalimantan Barat dan Sarawak, Malaysia, di antaranya Batu Aum, Gunung Raya, Titik D400, dan Sungai Buan/Gunung Jagoi.
Sedangkan, tiga OBP lain di sektor timur terletak di perbatasan antara Kalimantan Utara dan Sabah, Malaysia, di antaranya Pulau Sebatik, Sungai Sinapad dan titik B2700- B3100.
Baca juga : Jokowi: Jangan Sampai Terlena
“Tiga OBP di sektor timur sebenarnya sudah disepakati kedua negara saat pelaksanaan JIM ke-42 di Bandung pada Oktober tahun 2018, tinggal dilakukan survei bersama di lapangan. Tahun ini, kami fokus menyelesaikan dan menyepakati empat OBP di sektor barat,” jelasnya.
Untuk diketahui, pada JIM ke-42 tahun 2018, RI-Malaysia menyepakati dua batas wilayah di sektor timur yaitu Sungai Simantipal dan Titik C500- C600. Kesepakatan kedua negara tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) pada Oktober 2018. Delegasi RI dipimpin Sekretaris Jenderal (sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), Hadi Prabowo.
Delegasi Malaysia, Sekjen Ministry of Water Land and Natural Resources, Dato DRTan Yeouw Chong. Saling klaim batas negara antara Indonesia dan Malaysia ini terjadi karena perbedaan interpretasi terhadap peta perbatasan yang telah disepakati sejak zaman penjajahan Belanda- Inggris, sesuai dengan Konvensi 1891, Perjanjian 1915, dan Perjanjian 1928. Ketiga perjanjian itu berisi tentang batas antara Indonesia- Malaysia di Pulau Kalimantan.
Baca juga : Soal Meikarta, Deddy Mizwar Ngaku Ada Masalah Di Rencana Tata Ruang
“Kedua negara sepakat melakukan penataan kembali dengan melakukan survei dan penegasan batas bersama guna mempertegas batas negara lagi. Harapannya, ketika itu sudah disahkan, semestinya bisa langsung ditindaklanjuti secara operasional di lapangan,” jelasnya.
Sigit juga mengatakan, selain penuntasan masalah teknis perbatasan, BNPP telah merancang program percepatan pembangunan sosial, ekonomi, dan budaya di lima perbatasan itu. Sebab, kondisi di daerah perbatasan itu masih tergolong daerah terisolasi dan tertinggal. “Jadi bukan hanya berhenti di masalah teknis saja,” ungkapnya.
Sigit menambahkan, BNPP bersama Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah yang menjadi anggota BNPP akan terus bekerja keras membangun kawasan perbatasan untuk mewujudkan keamanan dan kesejahteraan di kawasan perbatasan negara.[DIR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya