Dark/Light Mode

Kerek Penjualan IKM Fesyen Muslim, Kemenperin Gandeng Shopee

Jumat, 8 Mei 2020 20:16 WIB
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: ist)
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggandeng Shopee untuk meningkatkan penjualan produk IKM fesyen. Pasalnya, selama pandemi corona (Covid-19) penjualan mereka turun.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita  mengatakan, Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar dunia dan ditargetkan sebagai pusat Fesyen Muslim dunia. “Namun, pandemi Covid-19 berdampak pada menurunnya tingkat penjualan IKM fesyen muslim,” ujarnya di Jakarta, Jumat (8/5).

Di sisi lain, IKM sudah menyiapkan stok produk untuk menyambut bulan ramadhan dan lebaran. Akibatnya banyak IKM yang memiliki stok produk yang menumpuk karena toko tutup dengan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). 

Berita Terkait : Jurus Kemenperin Pulihkan Industri Yang Terdampak Covid-19

Oleh karena itu perlu adanya pengalihan ke jalur pemasaran online, namun demikian tidak semua IKM memiliki toko online. Selain itu, bagi yang sudah memiliki toko online, promosi dilakukan secara sendiri-sendiri sehingga dampaknya kurang maksimal.

Untuk mengantisipasi hal itu, Kemenperin bekerjasama dengan Shopee meluncurkan inisiatif Kampanye Beli Produk Lokal Fesyen Muslim. Tema yang diambil adalah #LebaranUntukSemua.

“Dengan membeli produk fesyen muslim lokal, maka konsumen ikut membantu roda perekonomian terus berjalan dan akan berdampak positif kepada para pengrajin, penjahit, logistik dan banyak lagi pihak yang akan terbantu secara ekonomi,” ujarnya. 

Berita Terkait : Kendal Pertahankan Produksi Kedelai di Tengah Wabah Covid-19

Dirjen IKM dan Aneka Kemenperin, Gati Wibawaningsih mengatakan, secara khusus, program ini bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap produk busana muslim lokal dan membantu peningkatan penjualan brand lokal dan IKM fesyen muslim.

Program ini ditargetkan untuk bisa diikuti oleh IKM yang sudah melakukan penjualan di Shopee ataupun belum pernah berjualan online sama sekali. IKM yang belum pernah melakukan penjualan secara online akan diberikan pelatihan pemasaran online di Shopee secara gratis dengan pengajar dari pihak Shopee.” 

Menurut Gati, IKM yang terlibat dalam kampanye ini berasal dari Jawa Barat (31 persen), Jawa Timur (18 persen), Daerah Istimewa Yogyakarta (13 persen), DKI Jakarta (11 persen), Jawa Tengah (10 persen), Sumatera Barat (7 persen) dan sisanya dari Banten, Nusa Tenggara Barat, Riau, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Aceh, Bali, Kepulauan Riau, Lampung dan Maluku Utara. 

Baca Juga : Ngabuburit Ala Tony Sucipto: Temani Anak Belajar

Head of Public Policy and Government Relations Shopee, Radityo Triatmojo mengatakan, sebagai perusahaan berbasis teknologi, pihaknya memiliki fungsi dan peran sosial untuk turut mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus roda perekonomian dapat terus berjalan. Kami menyambut baik inisiatif yang diusung oleh Kemenperin untuk mendukung IKM Indonesia melalui kampanye fesyen muslim yang akan dihadirkan di Shopee.

“Kami juga turut senang dapat berkontribusi melalui pelatihan online yang dapat kami berikan kepada IKM di Indonesia sebagai bentuk komitmen kami yang sejalan dengan objektif dari Kemenperin. Kami berharap, inisiatif dengan dampak positif ini senantiasa dapat membantu keberlangsungan IKM Indonesia saat masa pandemi ini hingga seterusnya,” ujarnya.

Kampanye bersama belanja produk fesyen muslim dengan tema #LebaranUntukSemua akan dilaksanakan pada tanggal 12 - 19 Mei 2020 di Shopee Indonesia dan bisa diakses melalui Banner Khusus di Marketplace Shopee. [DIT]