Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Lagi Diuji di Jakarta
Gubernur Viktor Klaim NTT Temukan Penawar Covid-19
Selasa, 12 Mei 2020 05:27 WIB
Sebelumnya
Meskipun, pemerintah bisa saja berkilah bahwa pemotongan itu terkait perubahan nomenklatur, ruang realokasi internal Kemenristek.
Menurut HNW, dengan anggaran tersisa Rp 2 triliun, maka dapat dipastikan anggaran untuk mendukung riset juga makin kecil. “Menristek pernah bilang, hanya menganggarkan Rp 40 miliar untuk riset vaksin Covid-19,” imbuhnya.
Baca juga : Alumni UII Yogyakarta Bantu Guru Ngaji dan Marbot di Zona Merah Covid-19
Politikus PKS ini mengungkapkan, dalam kondisi normal, idealnya dana riset tidak kurang 2 persen dari PDB. Namun Indonesia selama ini masih terjebak di kisaran 0,3 persen dari PDB.
HNW berharap pemerintah memprioritaskan anggaran riset. Menurutnya, anggaran riset vaksin di beberapa negara sangatlah besar. Misalnya Amerika Serikat mencapai Rp 16,3 triliun, India Rp 1,6 triliun dan Inggris Rp 1,1 triliun.
Baca juga : Mbak Rerie Minta Pemerintah Belajar dari Vietnam Tangani Covid-19
“Saya khawatir Indonesia terlambat menemukan vaksin Covid-19, dan mengakibatkan semakin banyak korban yang jatuh akibat Covid-19,” pungkasnya. [DIR/QAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya