Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menegaskan, perjuangannya masih tetap sama seperti dulu, yakni menegakkan demokrasi dan supremasi hukum di Indonesia.
Hal ini disampaikan Mahfud karena banyak pihak menilai, ia tak lagi kritis seperti dulu saat di luar pemerintahan.
"Saya akan terus berjuang seperti dulu. Tegakkan demokrasi dan supremasi hukum di Indonesia," tegas Mahfud saat Halal bihalal bersama Sahabat Mahfud Nasional dan MMD Initiative melalui Zoom Meeting, Minggu (21/06).
Hanya saja, lanjut Mahfud, perjuangannya tidak seperti saat berada di luar sistem pemerintahan. Kini, selain sebagai Pembina dan Penasihat MMD Initiative dan Sahabat Mahfud Nasional, ia bertugas sebagai Menko Polhukam di Kabinet Indonesia Bersatu.
Baca juga : Bahar bin Smith Bebas Dari Lapas
Mahfud menyadari, saat berada di dalam sistem, maka ada batasan wewenang yang harus dijaga. Kini pola perjuangannya melalui mekanisme dan sistem yang telah diatur.
"Dulu saya di luar lebih enak bikin peluru ke atas bawah dan sebagainya, karena dulu tidak ada tanggung jawab dan batas wewenang. Dan sekarang sudah di dalam, setelah dilantik saya bertugas sesuai dengan tugas pokok dan fungsi," ujarnya.
Sebagai contoh, saat ada persoalan hukum yang dihadapi, ia tidak mungkin berkoar-koar memberikan kritik kepada institusi penegak hukum dari luar.
Dia akan memanfaatkan jalur yang dimilikinya sebagai Menko Polhukam.
Baca juga : Masa Pandemi, Kapolri Lantik 9 Kapolda Baru
"Misal ada masalah hukum, Kalau sekarang apakah saya kritik Jaksa dengan berkoar-koar begitu. Kan gak bisa. Paling saya bisa bicara dengan Jaksa Agung dan saya tidak bisa bicara ke publik, karena ada batasan-batasan agar tidak menimbulkan kegaduhan," tuturnya.
Oleh karena itu, ia mempersilakan publik ikut membantu mengontrol pemerintah dengan memberikan kritikan kepadanya. Kritik dan saran menambah semangatnya untuk menegakkan demokrasi benar-benar tercapai, sesuai dengan harapan besar MMD Initiative, Sahabat Mahfud Nasional, dan masyarakat Indonesia pada umumnya.
"Saya siap dikritik kapanpun," tegasnya.
Mahfud juga menyampaikan, perjuangannya tidak dilakukannya sendiri. Sejumlah Sahabat Mahfud Nasional, juga ada di dalam sistem ikut berjuang sesuai dengan porsi mereka masing-masing.
Baca juga : Minyak Serai Wangi RI Diminati Dunia
"Saya sudah masuk ke lembaga eksekutif. Ada teman-teman di partai dan lembaga legislatif dan ada yang jadi pejabat dan macam-macam. Kita bagi-bagi tugas saja dalam rangka mencapai demokrasi itu," ujar eks Ketua MK ini.
Mahfud meminta, perjuangan harus tetap dilakukan sesuai dengan porsi yang dimiliki oleh masing-masing. "Bekerjalah dan berjuanglah kamu menurut posisimu. Lakukan apa yang bisa dikerjakan sesuai aturan," pungkasnya. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya