Dark/Light Mode

Basuki Targetkan Bendungan Leuwikeris Rampung Di 2021

Senin, 20 Juli 2020 17:32 WIB
Proses pembangunan bendungan Leuwikeris terus dikebut.
Proses pembangunan bendungan Leuwikeris terus dikebut.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendukung Provinsi Jawa Barat untuk terus menjadi salah satu lumbung pangan nasional.

Untuk meningkatkan produktivitas petani, Kementerian PUPR membangun bendungan Leuwikeris  untuk menjamin suplai air irigasi yang sebelumnya mengandalkan tadah hujan. Saat ini, proses pembangunan sudah mencapai 59,52 persen.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan bendungan akan meningkatkan kapasitas tampungan air sehingga membantu kontinuitas suplai air irigasi ke sawah terjaga.  

Baca juga : Wagub Jabar Berikan Bantuan Untuk Santri Tani

"Pekerjaan pembangunan bendungan tidak dihentikan selama Pandemi Covid-19 untuk menjaga kesinambungan roda perekonomian, terutama penyediaan lapangan kerja bagi kontraktor, konsultan dan tenaga kerja konstruksi beserta kegiatan yang mengikutinya," kata Basuki.

Kegiatan pembangunan yang berlanjut pun diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pemulihan ekonomi nasional dalam tatanan baru (New Normal), mengingat industri konstruksi saat ini menyumbang tidak kurang dari 10 hingga 11 persen pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional.

Bendungan Leuwikeris yang terletak di dua Kabupaten, yakni Ciamis dan Tasikmalaya. Bendungan ini merupakan salah satu dari 61 bendungan lanjutan yang terus dikerjakan pasca periode 2015-2019, di mana 15 di antaranya sudah selesai dan terisi air. 

Baca juga : The Sanctuary Collection Targetkan Penjualan Unit Akhir 2020

“Sungai Citanduy belum memiliki bendungan. Apabila bendungannya sudah rampung, maka kontinuitas suplai air ke sawah terjaga. Selama ini lahan pertanian kerap mengalami banjir saat musim hujan dan kekurangan air pada musim kemarau," kata Basuki.  

Bendungan Leuwikeris akan mengairi jaringan irigasi seluas 11.216 hektar DI Lakbok Utara dan DI Lakbok Selatan. Manfaat lainnya adalah mensuplai air baku sebesar 850 m3/detik, untuk mereduksi banjir sebesar 11,7 persen dari 509,7 m3/detik menjadi 450,02 m3/detik, dan potensi listrik sebesar 20 MW. 

Basuki menyatakan, kapasitas tampung Bendungan Leuwikeris cukup besar yakni 81,44 juta m3, atau enam kali lebih besar dari Bendungan Raknamo di Provinsi NTT sebesar 14 juta m3. 

Baca juga : Mandiri Syariah Tawarkan Kurban Lewat Aplikasi MSM

"Progres fisik Bendungan Leuwikeris yang telah dimulai tahun 2016 dan ditargetkan selesai tahun 2021  Kontrak kerja pembangunannya terbagi menjadi empat paket dengan nilai total Rp 2,6 triliun," tegas Basuki. [NOV]
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.