Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Baru kemudian Jokowi menyampaikan data pertumbuhan ekonomi yang terus merosot di kuartal kedua. Dari 2,97 persen di kuartal pertama, anjlok menjadi minus 5,32 persen di kuartal kedua. Jokowi berdalih, kemerosotan ekonomi itu tidak hanya terjadi di Indonesia. Tapi seluruh negara. Baik negara maju maupun negara miskin. Bahkan ia mengumpamakan situasi ekonomi negara-negara di dunia saat ini seperti komputer hang. Macet.
“Harus melakukan restart, harus melakukan rebooting, dan semua negara mempunyai kesempatan mensetting ulang semua sistemnya,” lanjutnya.
Baca juga : BP Jamsostek Cilandak Happy UKM Binaannya Sabet Paritrana Award
Jokowi lalu menyampaikan apa saja yang sudah dilakukan pemerintah, khususnya dalam menghadapi pandemi. Setelah itu, Jokowi lebih banyak menyampaikan terima kasih. Salah satunya kepada DPR yang te lah meloloskan Perppu No.1 Tahun 2020 menjadi UU No.2 Tahun 2020.
“Terima kasih para anggota DPR atas kerja cepatnya,” ucapnya. Di akhir pidato, Jokowi sesumbar ingin membajak momentum krisis saat ini untuk melakukan lompatan besar. “Kita harus bajak,” serunya.
Baca juga : Kerutkan Dahi, Suaranya Datar
Pada saat menyampaikan RUU APBN 2021 dan nota keuangan, siang hari nya, Jokowi lebih banyak bicara ang ka-angka. Satu hal yang paling se gar diingat adalah defisit anggaran dalam masa transisi Rancangan APBN 2021 membengkak. Tak tanggung-tanggung, diperkirakan mencapai Rp 971,2 triliun atau setara 5,5 persen dari PDB.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira menilai, pidato Jokowi lebih banyak wacana dan jargon. Seperti pidato kampanye. Datar. Misalnya, mengejar ketertinggalan dari banyak negara.
Baca juga : Komoditas Cabe Punya Prospek Cerah, Kuncinya Penerapan Inovasi
“Kita justru tertinggal dari banyak negara dalam penanganan Covid-19, sehingga berpengaruh terhadap kinerja perekonomian, investasi dan konsumsi rumah tangga,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka tadi malam.
Pengamat politik UIN Syarif HidayatullahAdi Prayitno juga menyayangkan luputnya pidato Jokowi soal pendidikan di masa ini. Padahal isu ini sangat penting. “Banyak yang ngeluh pendidikan via online tak maksimal. Bahkan banyak terkendala teknis seperti tak ada quota, tak ada HP, tak ada internet, dan lain-lain. Soal ini sama sekali tak disinggung presiden da lam pidatonya,” tandasnya tadi malam. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya