Dark/Light Mode

Soal Naik KRL Commuter Line

Jokowi Mau Ngerasain Desak-Desakan

Sabtu, 9 Maret 2019 05:44 WIB
Presiden Jokowi berdesakan bersama para pengguna jasa KRL Commuter Line Jakarta-Bogor, saat hendak pulang ke kediamannya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/3). (Foto: KSP)
Presiden Jokowi berdesakan bersama para pengguna jasa KRL Commuter Line Jakarta-Bogor, saat hendak pulang ke kediamannya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/3). (Foto: KSP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Aksi Presiden Jokowi naik KRLdi jam padat bikin heboh dan menuai polemik. Kemarin, mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengungkapkan alasannya kenapa naik KRL. Jokowi mengaku bukan cari sensasi, bukan untuk pencitraan. Jokowi hanya ingin merasakan berdesak-desakan seperti rakyat kecil. Lalu Jokowi cari solusi biar rakyat kecil dapat kenyamanan setiap naik KRL.

Di sela kunjungan kerjanya di Lampung, Jumat (8/3), Jokowi bercerita soal aksinya naik KRLitu. Dia mengaku telah lama mendengar keluhan padatnya penumpang KRLCommuter Line pada jam berangkat kerja atau pulang kerja. Dia pun diminta merasakan padatnya penumpang KRL di jam-jam tersebut. Tapi , datangnya dadakan. Biar tahu kondisi aslinya.

Jokowi mengaku bukan sekali dua kali naik KRL. Sebelum-sebelumnya, dia pernah naik siang hari saat KRL sedang sepi atau tidak terlalu ramai. Jadi, masih bisa duduk. Dan dari informasi itu, Jokowi memutuskan naik KRL di jam-jam padat itu. Malam hari. 

Baca juga : Jokowi Sangat Berani Koreksi Kebijakan Hutan

“Tujuannya ya untuk melihat kondisi yang sebenarnya dan kita betul-betul merasakan kondisi sebenarnya. Mau bergerak aja nggak bisa. Terutama yang dari Jakarta ke Depok, itu mau bergerak aja nggak bisa,” kata Jokowi.

Jokowi menceritakan, di dalam gerbong itu sempat berdialog dengan penumpang KRL. Banyak masukan yang diterima. Misalnya, penambahan kereta maupun gerbong dalam satu rangkaian untuk memfasilitasi banyaknya penumpang yang menggunakan moda transportasi tersebut.

Masalahnya, kalau tambah kereta atau gerbong, akan banyak persimpangan kereta yang semakin sering ditutup. Bisa-bisa, tiap 5 menit persimpangan kereta tutup. Dan itu bisa menambah kemacetan.

Baca juga : Luhut Bilang Jokowi Pantas Jadi Kopassus

Jokowi beranggapan, solusinya adalah dengan membangun jalur kereta elevated atau jalur kereta layang di Ibukota yang menghubungkan wilayah sekitarnya. “Pekerjaan besar di Jakarta menurut saya adalah kereta api yang elevated . Itu saja. Memang biaya besar, tapi nggak ada jalan lain. Sehingga headway (selisih waktu antar kendaraan) bisa diatur,” ungkapnya.

Itu sebabnya, Jokowi menekankan pembangunan transportasi massal saperti MRT dan LRT di Jakarta. “DKI Jakarta itu, transportasi massalnya sudah terlambat. Ya, tadi  pas jam-jam seperti itu coba. Mau goyang 1 senti saja tidak bisa. Kita bisa agak longgar, itupun masih berdiri setelah dari Depok menuju Bogor. Karena, yang turun sudah agak banyak,” paparnya.

Seperti diketahui, pada Rabu (6/3) lalu, Jokowi bikin heboh penumpang KRL jurusan Jakarta-Bogor. Dia menumpang KRL saat hendak pulang ke kediamannya di Istana Kepresidenan Bogor. 
Saat itu, para penumpang di gerbong 8 terkejut karena salah satu penumpang di dekat pintu kereta ternyata Jokowi. Di dalam gerbong, Jokowi santai melayani permintaan penumpang lain untuk berfoto bersama. Apalagi, Jokowi tanpa pengawalan yang menonjol.

Baca juga : Hanif Bikin Tamsil Roti Di Meja Makan

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menyatakan, perjalanan pulang Jokowi dari Jakarta-Bogor memang dadakan. Tidak ada perencanaan sebelumnya. “Kami tahu saat Pak Jokowi sudah dekat dan akan tiba di stasiun. Benar-benar dadakan dan semua berjalan natural,” kata Vice President Corporate Communication PT KCI Eva Chairunisa. 

PT KCI sangat mengapresiasi Presiden yang mau menggunakan jasa KRL, untuk kembali ke Bogor. Apalagi suasananya benar-benar natural, ikut berdesak-desakan dengan penumpang lainnya. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.