Dark/Light Mode

Pengadaan Vaksin Corona

Presiden Masih Percaya Terawan

Kamis, 8 Oktober 2020 06:27 WIB
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. (Foto: Istimewa)
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay menilai, keputusan Jokowi memberikan kewenangan besar dalam hal pengadaaan vaksin kepada Menkes sudah tepat.

Politisi PAN itu beralasan, Menkes sudah punya infrastruktur dan tenaga yang lengkap untuk menjalankan tugas tersebut. “Tentu menteri-menteri lain terlibat,” kata Saleh saat dihubungi Rakyat Merdeka, semalam.

Baca juga : Persahabatan : Prancis 7-1 Ukraina, Corona Bikin Merana

Menurut dia, kinerja Menkes mulai membaik. Salah satunya dalam hal se ra pan anggaran. Bahkan, sebutnya, Kemenkes berani memproyeksikan serapan anggaran hingga 90-an persen di akhir tahun. “2 bulan lalu sudah 58 persen. Untuk pengobatan saja hampir Rp 9 triliun,” lanjutnya.

Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagio menilai, tupoksi pengadaan vaksin memang domainnya Menkes. Tapi, bisa saja peran tersebut dialihkan kepada yang lain, jika presiden menginginkan. “Bisa saja kalau presiden yang perintahkan,” ujar Agus, kepada Rakyat Merdeka tadi malam.

Baca juga : 18 Anggota DPR Kena Corona, Anies Minta Lokasi Kerjanya Ditutup

Pakar Komunikasi Politik, Ujang Komarudin menilai, keputusan Jokowi memberikan kepercayaan yang besar kepada Menkes akan menimbulkan tandatanya besar. Sebab, dokter militer itu sudah pernah dimarahi Jokowi karena kinerjanya jeblok. “Kemarahan Jokowi di masa yang lalu berarti gimmick dan sandiwara,” kata Ujang, kepada Rakyat Merdeka, semalam.

Sebelumnya, Jokowi memarahi Menkes saat sidang kabinet paripurna pada 18 Juni 2020. Jokowi menyindir anggaran kesehatan yang masih sangat kecil digunakan di saat negara sedang krisis seperti saat ini. Bahkan, saat itu, nama Terawan santer akan direshuffle. Namun, Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan yakin, Menkes tidak akan ditendang dari kabinet. “Orang nggak tahu, pak Terawan itu menteri kesayangan Pak Jokowi,” kata Zul. [SAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.