Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pemerintah Antisipasi Klaster Covid-19 Dampak La Nina

Selasa, 13 Oktober 2020 20:30 WIB
MentKO Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan
MentKO Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah mulai mengantisipasi potensi adanya klaster atau penyebaran penularan Covid-19 melalui pengungsian dampak la nina.

“Bulan ini, banyak hujan deras dan longsor, mungkin tsunami, dan gempa. Kondisi ini berpengaruh Covid -19 karena adanya pengungsian,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan dalam jumpa pers setelah rapat terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi dari Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (13/10).

Dalam rapat tersebut, Luhut mengatakan, dilaporkan bahwa dalam enam bulan ke depan diperkirakan akan terjadi fenomena la nina di Pasifik yang berpengaruh pada meningkatnya curah hujan di wilayah Indonesia.

Berita Terkait : Petani Kamboja Tangkal Covid-19 Pakai Orang-orangan Sawah

Curah hujan naik sampai 40 persen. Kondisi itu membuat kita antisipasi, karena bisa saja ada multibencana, misalnya la nina, hujan deras, gempa, tsunami,” katanya.

Oleh karena itu, kata Luhut, Presiden telah mengingatkan jajarannya agar mengacu pada laporan BMKG sebagai landasan bekerja.

Untuk mengantisipasi bencana hingga dampaknya, termasuk klaster Covid-19 dari pengungsian, pemerintah berharap masyarakat turut membantu.

Berita Terkait : Polri: Yang Nolak UU Cipta Kerja, Lebih Baik Ke MK

“Jangan sampai tidak menuruti warning yang sudah disebarluaskan BMKG. Teknologi harus lebih bagus, pemda warning, bangun satu sistem early warning. Begitu juga yang lain-lain,” katanya.

Dalam rapat tersebut, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati  memaparkan kemungkinan terjadinya la nina kepada seluruh gubernur se-Jawa Bali.

“Kami mengantisipasi sejak dua minggu lalu. Jangan sampai karena bencana para gubernur tidak siap karena angkanya agak tinggi, bisa 40 persen dari normal,” katanya. [KPJ]