Click Here

Dark/Light Mode

Pemkab Tapanuli Utara Terkendala Tangani Covid-19

Kamis, 15 Oktober 2020 22:54 WIB
Pemkab Tapanuli Utara Terkendala Tangani Covid-19

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah pusat diharapkan bisa segera mengirimkan Cartridge Sars Cov2 ke Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) yang hingga saat ini masih kosong. 

Tercatat, warga Taput yang terpapar Covid-19 angkanya cenderung meningkat. Totalnya, mencapai 63 orang. 

Di ruang isolasi RSUD Tarutung mencapai 23 pasien, dengan rincian 17 warga Taput, 1 warga Jawa Barat, 1 warga Banten, 3 warga Simalungun dan 1 warga Tebing Tinggi.

Berita Terkait : Indonesia Masuk 5 Negara Top Yang Mampu Tangani Covid

Kadis Kesehatan Alexander Gultom mengatakan, di tengah naiknya kasus Covid-19, harusnya RSUD Tarutung mampu mengeluarkan hasil Swab Test lebih cepat.

Namun, ternyata stok Cartridge Sars Cov2 masih kosong sehingga bagi pasien untuk mengetahui hasilnya harus dikirim ke Medan.

" Kita jadi susah sekarang, seharusnya kita sudah bisa mengeluarkan hasil Swab Test berkat keberadaan alat TCM, sekarang harus mengirim sample ke Dinkes Sumut dari pasien yang di swab test," tegasnya.

Berita Terkait : Petani Kamboja Tangkal Covid-19 Pakai Orang-orangan Sawah

Bupati Taput, Nikson Nababan mengeluhkan kondisi ini. Dia minta pemerintah pusat segera dikirim namun belum ada hasil.

"Pak Bupati ketika di Jakarta, kemarin mengeluhkan ke salah satu anggota DPR Rieke Diah Pitaloka. Bahkan langsung menelepon Menkes Terawan,  jawabannya nihil karena Cartridge itu buatan Amerika sehingga barangnya sangat terbatas," ungkapnya.

Alexander khawatir bila nantinya alat Cartridge itu belum juga dipasok, maka Satuan Gugus Tugas akan sulit mengambil tindakan penanganan secepatnya.

Berita Terkait : Belum Ada Perlindungan dan Kepastian Hukum Untuk Warga Terdampak Pandemi Covid-19

"Kita mohon Pusat mengirimkan pasokan, Pemkab Taput sangat aktif penanganan Pandemi.  Bahkan sampai menggelontorkan anggaran membenahi RSUD Tarutung, jadi sangat disayangkan bila tidak ditopang alat kesehatan," pungkasnya.

Terpisah Direktur RSUD Tarutung, dr Janri Nababan membenarkan stok Cartridge di instansinya kosong."Sudah sejak lama kosong, kita sangat membutuhkan," tandasnya. [KPJ]