Dark/Light Mode

Sebut Banyak Yang Bermental Pencitraan

Jari Ma`ruf Diarahkan Ke Siapa

Selasa, 27 Oktober 2020 06:55 WIB
Wapres KH Maruf Amin. (Foto: Instagram)
Wapres KH Maruf Amin. (Foto: Instagram)

 Sebelumnya 
Selain karena mental pencitraan, hal tersebut dikarenakan perkembangan teknologi yang memungkinkan informasi beredar lebih cepat ke masyarakat. “Pilihan hidup khumul itu justru membawa keberkahan hidup di dunia dan di akhirat kelak,” pesan Ma’ruf.

Terakhir, Maruf berharap agar perkembangan teknologi digital dapat dimanfaatkan dengan baik untuk tujuan kebaikan. Medsos, seharusnya bisa digunakan untuk menyebarkan ajaran Islam dengan baik. “Dakwah melalui digital jangkauannya lebih luas dan dapat dilakukan kapan dan di mana saja. Yang penting niat nya tetap tulus, ikhlas karena allah,” imbuhnya.

Baca juga : Mark Esper Jamu Prabowo Makan Siang

Pernyataan Wapres ini membuat banyak warga dunia maya penasaran. Netizen menebak-nebak, siapa yang ditunjuk Wapres. Eks menteri di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Dipo Alam ikut kepo dengan pernyataan Wapres. “Nah ini baru berita. Ini baru Wapres. Bagus peringatannya. Mental pencitraan, siapa yang diingatkannya? Influencer? Jubir bersorban? BuzzeRp?” cetusnya melalui akun @dipoalam49.

“Kiai lagi nyindir siapa?” tanya @Opiniku18. “Wah nyindir atasannya tuh,” sambar @Faujijpn_. “Sudah zamannya mungkin pak. Orang ingin dikenal baik karena perilakunya saja, bukan pada hatinya,” kata @uji3697. “Setuju saya mbah,,,,,,biar pada sadar orang di sekitar,” timpal akun @Surolati.

Baca juga : Iran Janji Tak Bakal Jorjoran Beli Senjata

Eks Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu juga tidak ketinggalan. “Coba sebutkan satu saja,” pinta @msaid_didu.

Pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio tidak ingin berpolemik soal siapa yang ditunjuk Wapres sebagai orang bermental pencitraan.

Baca juga : Potential Regulator Jadi Solusi Cegah Korosi Pipa

Kata dia, ini sebuah nasihat dari Wapres agar tidak lagi terjebak pada orang-orang yang suka pencitraaan sebagai modal politiknya. “Apakah ada maksud menyindir orang-orang tertentu, saya rasa Ma’ruf Amin tidak punya keinginan untuk menyindir,” kata Hensat sapaannya, saat dikontak Rakyat Merdeka, kemarin.

Hendri memandang, pernyataan itu sebuah ungkapan jujur dari Kiai Ma’ruf. Apalagi, Ma’ruf merupakan tokoh senior bangsa, agama, dan ulama. Sehingga ini masukan yang baik kepada rakyat Indonesia agar tidak lagi terjebak pada orang-orang yang bermental pencitraan. [OKT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.