Dark/Light Mode

Embargo Berakhir

Iran Janji Tak Bakal Jorjoran Beli Senjata

Senin, 19 Oktober 2020 07:37 WIB
Presiden Iran Hassan Rouhani  menghadiri parade militer dalam  upacara yang  menandai hari militer tahunan negara itu di  Teheran, 18  April  2019.  (Foto: Istimewa)
Presiden Iran Hassan Rouhani menghadiri parade militer dalam upacara yang menandai hari militer tahunan negara itu di Teheran, 18 April 2019. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Iran menyambut baik berakhirnya embargo senjata yang diberlakukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) 13 tahun lalu. Negara Mullah itu janji nggak akan jorjoran membeli senjata meski kesempatan kini terbuka luas.

Embargo senjata oleh PBB pada 2007 berakhir secara resmi, kemarin, berdasarkan kesepatan nuklir yang ditandatangani Iran, Rusia, China, Jerman, Prancis dan amerika Serikat (AS) pada 2015.

Baca Juga : Hancur... Hancur... Hancur!!!

Pada tahun itu, lima negara sepakat dengan Iran dalam mengurangi kegiatan nuklir dengan imbalan pencabutan sanksi ekonomi Internasional. AS kemudian secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir yang merupakan bagian dari resolusi 2231, Mei 2018.

Presiden AS Donald Trump menyebutnya sebagai “kesepakatan terburuk yang pernah ada”, dan sejak itu memberlakukan gelom bang sanksi ekonomi yang keras terhadap Iran.

Baca Juga : Budaya Anarkisme Jangan Lagi Dibiarkan

Dengan pencabutan ini, artinya Iran secara legal dapat membeli dan menjual senjata konvensional, termasuk senjata kecil, rudal, helikopter dan tank. Tapi Iran menyatakan, doktrin pertahanan didasarkan atas ketergantungan nya terhadap rakyat dan kemam puan dalam negeri. “Senjata nonkonvensional, senjata pemusnah massal, dan membeli senjata besar-besaran, tidak memiliki tempat dalam doktrin pertahanan Iran,” begitu pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran yang disiarkan media pemerintah IRNA, kemarin.
 Selanjutnya