Dark/Light Mode

Kena Tegur Presiden

Luhut Senasib Dengan Terawan

Selasa, 3 November 2020 06:47 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. (Foto: Istagram)
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. (Foto: Istagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi kembali menegur menterinya. Setelah berbulan-bulan berita seperti ini selalu diarahkan ke Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, kemarin, bergeser ke Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. Kalau Terawan “didamprat” karena memble tangani Covid-19, Luhut “didamprat” terkait jebloknya investasi.

Teguran itu disampaikan Jokowi saat sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, kemarin. Hadir dalam sidang kabinet itu, Wapres Ma’ruf Amin, seluruh menteri di Kabinet Indonesia Maju, serta sejumlah kepala lembaga negara.

Baca juga : Inilah Daftar 9 Presiden AS Satu Periode, Trump Bakal Jadi No. 10?

Ada tiga isu utama yang disorot Jokowi dalam rapat tersebut. Pertama, soal perkembangan penanganan Covid-19. Kedua, pertumbuhan ekonomi. Terakhir, soal target investasi. Terkait investasi, Jokowi mengaku kecewa, lantaran target yang sudah diberikan meleset.

Di kuartal III 2020, Jokowi menargetkan investasi harus bisa tumbuh di bawah 5 persen. namun, target tersebut ternyata tidak sesuai yang diharapkan. “Investasi di kuartal III masih minusnya di atas 5. Tapi, nanti kita tunggu hitungan dari BPS (Badan Pusat Statistik). Kurang lebih nanti minus 6,” kata Jokowi.

Baca juga : Kementerian Agama Terbitkan Pedoman Umroh Di Tengah Pandemi

Untuk diketahui, tugas untuk menggenjot investasi masuk ke dalam negeri ada di bawah Luhut, juga Kepala Badan Penanaman Modal Nasional (BKPM) Bahlil Lahadalia. Karena target investasi ini meleset, Jokowi lantas menegur Luhut dan Bahlil. “Sebenarnya, saya sudah mewanti-wanti Kepala BKPM dan Menko Marinves agar paling tidak di kuartal III bisa di bawah minus, di bawah 5. Tetapi ternyata belum bisa,” kata Jokowi.

Eks Gubernur DKI ini berharap, investasi dapat didorong pada kuartal keempat tahun ini atau kuartal pertama 2021. “Jadi di bulan Januari, Februari, Maret sudah mulai bergerak lagi,” ujarnya.

Baca juga : Joe Biden Masih Unggul Di Swing States

Tak hanya itu, Jokowi juga meminta pada anak buahnya untuk memanfaatkan fasilitas Generalized System of Preferences (GSP) dari Amerika Serikat.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.