Dark/Light Mode

Kena Tegur Presiden

Luhut Senasib Dengan Terawan

Selasa, 3 November 2020 06:47 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. (Foto: Istagram)
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. (Foto: Istagram)

 Sebelumnya 
Kata dia, Indonesia merupakan satu-satunya negara di Asia yang mendapatkan fasilitas tersebut. Dengan fasilitas GSP ini, harusnya investasi akan mudah masuk ke Tanah Air. Bukan hanya investasi, fasilitas GSP ini juga harus menjadi pemicu lompatan kinerja ekspor. “Orang ingin mendirikan industri, pabrik, dan perusahaan di Indonesia akan menjadi lebih menarik karena untuk masuk ke Amerika kita diberikan fasilitas itu,” ungkapnya.

Meskipun kecewa, teguran Jokowi pada Luhut tak sekeras saat sidang Kabinet Paripurna, Juni lalu. Saat itu, sejumlah menteri kena semprot. Salah satunya, Mentri Kesehatan Terawan Agus Putrantro. Bahkan teguran Jokowi disampaikan dengan tekanan suara dan ekspresi wa jah yang menggambarkan kemarahan.

Sementara saat siang kabinet kemarin, Jokowi tidak terlalu emosional. Saat menegur Luhut, ekspresi dan nada bicara Jokowi juga datar saja. Presiden hanya melirik 2 kali pada Luhut yang duduk paling kanan, sederet dengan dirinya.

Baca juga : Inilah Daftar 9 Presiden AS Satu Periode, Trump Bakal Jadi No. 10?

Menanggapi teguran itu, pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio menilai, Presiden terus menunjukkan sifat leadership-nya di hadapan para anak buah. Termasuk untuk tak ragu menegur Luhut yang selama ini dikenal sebagai menteri ‘super power’.

Kata Hensat, begitu dia disapa, teguran Presiden itu sebenarnya baik-baik saja. Namun, yang penting adalah tindak lanjut dari teguran itu. Sebab, sudah berulang kali Jokowi marah atau menegur menteri, kelanjutannya tidak ada. “Jadi hanya semacam tontonan atau gimmick saja,” sindirnya.

Dia berharap, aksi Jokowi menegur menteri kali ini ada tindak lanjutnya. “Bentuknya bisa reshuffle, penyegaran kabinet, dipersilakan,” ujarnya.

Baca juga : Kementerian Agama Terbitkan Pedoman Umroh Di Tengah Pandemi

Sementara itu, Ekonom Indef, Bhima Yudhistira mengatakan, kinerja investasi sebenarnya mulai membaik di kuartal III ini. Namun, peningkatan itu belum dibarengi dengan perbaikan kinerja ekspor yang signifikan.

Pelemahan investasi ini salah satunya dikarenakan tingginya biaya logistik. “Pembangunan infrastruktur belum mampu menurunkan biaya logistik ka rena banyak infrastruktur yang salah da lam perencanaan,” kata Bhima.

Kata dia, biaya logistik di Indonesia masih memakan porsi 23-24 persen dari produk domestik bruto. Tingginya biaya logistik ini menyebabkan daya saing investasi di Indonesia lemah.

Baca juga : Joe Biden Masih Unggul Di Swing States

Di dunia maya, teguran Jokowi terhadap Luhut bikin kaget sejumlah netizen. Maklum, selama ini, banyak warganet yang menyebut Luhut sangat super power. “ Serius berani negur ??” tanya akun @septiadhiw. “Emmmm? OPa Luhut ditegur?” timpal akun @Ephraym9. “berani beraninya negor Luhut,” balas akun @fahmydss.

Akun @AyiRustandi18 menilai, Presiden masih sopan dalam menyentil Luhut. “Disentil doang, baek banget ya Pakde,” cuitnya. “Jangan cuma disentil lah, pecat gitu loh. Berani apa tdk?” sambung akung @JabreakYudha. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.