Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pusat Ekonomi Baru Di Natuna Mulai Dibangun

Senin, 28 Desember 2020 11:15 WIB
Maket Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Serasan di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.
Maket Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Serasan di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Serasan di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, mulai dikerjakan. 

Pembangunan PLBN diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah perbatasan atau dikenal dengan 3T (terdepan, terluar dan tertinggal). Ditargetkan, selesai 27 Februari 2022.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan kawasan perbatasan ini merupakan instruksi Presiden Jokowi untuk mendukung kegiatan sosial-ekonomi masyarakat sebagai garda terdepan Indonesia. 

Menurutnya, pengembangan PLBN tidak hanya menjadi kebanggan bangsa Indonesia sebagai bangsa besar, tetapi sebagai fungsi pertahanan keamanan dan sekaligus sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah perbatasan. 

Berita Terkait : Proyek Kampung Buah Di Sentra Kepulauan Borneo

"Pembangunan PLBN tidak hanya sebagai gerbang masuk, namun menjadi embrio pusat pertumbuhan ekonomi wilayah yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan," kata Basuki, Senin (28/12).

Basuki menerangkan, PLBN terpadu hanya dapat diakses melalui jalur perairan. Tercatat, jumlah yang melintas di PLBN serasan sekitar 30 orang per minggu. 

Namun keberadaan PLBN terpadu serasan memiliki nilai strategis sebagai garda terdepan Indonesia, karena berbatasan langsung dengan Negara Vietnam dan Kamboja di sebelah utara, Singapura dan Malaysia bagian barat dan timur.  

Konstruksi PLBN terpadu serasan mulai dikerjakan sejak 5 November 2020 dan ditargetkan selesai 27 Februari 2022. 

Berita Terkait : TNI dan Polri Sekat Konvoi Malam Natal di Ambon

Saat ini, tengah dilakukan pekerjaan persiapan dan mobilisasi alat serta material antara lain tiang pancang, pasir, batu split, besi cor, dan alat batching plant dengan progres fisik MYC 3,45% atau 81,26% untuk TA 2020.

Selanjutnya, kata Basuki, untuk meningkatkan kualitas layanan PLBN, akan dibangun berbagai fasilitas. Di antaranya gudang barang, gudang transit, mess dan wisma pegawai. Kemudian, ada kantor administrasi, tower air, tempat cuci mobil, 4 rumah dinas, pos jaga, power house, tempat pengelolaan sampah, rumah pompa air, dan bangunan penunjang lainnya. 

Basuki menyebut, total nilai kontrak pembangunan PLBN serasan sebesar Rp 133,1 miliar yang bersumber dari APBN tahun 2020-2021.

Ke depan, PUPR akan membangun kantor syahbandar untuk mendukung pengawasan transportasi laut. Pengembangan PLBN merupakan wujud nyata membangun Indonesia dari pinggiran dalam rangka menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Berita Terkait : Varian Baru Covid-19 Sudah Sampai Singapura

Untuk itu, pembangunan infrastruktur tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa atau kota-kota besar saja, melainkan di kawasan perbatasan maupun di pulau-pulau terdepan Nusantara, termasuk di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. [FIK]