Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Sabtu Berkah Bareng Ojol, Kapolda Metro Jaya Ajak Pengemudi Utamakan Keselamatan
- Menperin: Pendidikan Vokasi Kunci Cetak SDM Industri Unggul
- Nawakara Edukasikan Generasi Muda Soal Keamanan Hingga Kepedulian Lingkungan
- BRI Peduli Salurkan 270 Unit Mesin Pompa Air Bantu Kendalikan Api di Kalimantan
- Pemprov DKI Siapkan 11 Rusun dalam APBD 2027, Rorotan dan Marunda Prioritas
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Manado mewaspadai peredaran narkotika jenis baru, yaba, di wilayahnya. Itu sebabnya, BNN Manado terus menggencarkan sosialisasi bahaya narkoba.
"Sekarang ini, banyak sekali narkotika jenis baru. Di dunia, totalnya ada 800 jenis. Sedangkan di Indonesia, ada 73 jenis narkotika baru," ujar Kepala BNN Manado, AKBP Eliasar Sopacoly, di Manado, Minggu (24/3), seperti dilansir Antara.
Baca juga : 6 WNI Berada Masjid Lokasi Penembakan Selandia Baru
Untuk mengantisipasi masuk dan beredarnya narkotika jenis baru itu, pihaknya terus melakukan komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat. Upaya tersebut terus dilakukan supaya masyarakat dapat mengetahui dan memiliki pengetahuan narkotika jenis baru. Serta dapat mencegah masuk serta beredarnya narkotika itu.
Komunikasi informasi dan edukasi itu juga melibatkan berbagai pihak seperti media. "Untuk melakukan pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika harus dilakukan secara bersama-sama," katanya.
Baca juga : Jonan Pastikan Merapi Masih Aman
Dijelaskan, baru-baru ini, petugas kepolisian menggagalkan peredaran jenis narkoba baru "yaba" dari jaringan Banjarmasin-Jakarta, di Banjarmasin. Yaba adalah abu model baru, yang mengandung metamfetamin. Efek yang ditimbulkannya berupa ketergantungan tingkat tinggi, dan reaksi yang lebih cepat di dalam tubuh.
Konsumsi yaba dapat merusak organ-organ tubuh seperti paru-paru, liver, dan ginjal. Bahkan, bisa menyerang jantung yang bisa memicu stroke dan gagal jantung yang berujung kepada kematian. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya