Dark/Light Mode

Mensos Minta Pemda Siapkan Stok Sembako Di Daerah Banjir

Senin, 18 Januari 2021 21:08 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jember, kirimkan perahu karet untuk korban banjir.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jember, kirimkan perahu karet untuk korban banjir.

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, mulai kekurangan logistik. Stok sembako untuk korban bencana banjir sudah kosong alias habis. 

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini meminta Pemerintah Daerah (Pemda) menyiapkan stok cadangan logistik sendiri di sejumlah titik rawan bencana, sehingga dapat diantisipasi kekosongan logistik saat terjadi bencana alam.

"Kami berharap pemda punya stok cadangan makanan sendiri, selain dari Bulog," kata Risma saat mengunjungi lokasi banjir di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (18/1).

Berita Terkait : Sungai Pengkol Meluap, 33 Rumah Dan 120 Warga Terendam Banjir

Bersama rombongan, Risma mengunjungi Pondok Pesantren Arrosyid di Kecamatan Bangsalsari, salah satu pesantren yang terdampak paling parah saat terjadi banjir.

Risma juga melakukan kunjungan ke posko pengungsian di Kantor Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo."Jika mengambil stok cadangan dari gudang Bulog butuh waktu yang lama, harusnya Pemda memiliki cadangan logistik sendiri di titik rawan bencana," tuturnya.

Risma menjelaskan, kosongnya stok sembako di Jember, karena belum memiliki Peraturan bupati atau Peraturan daerag APBD tahun anggaran 2021.

Baca Juga : Laku 43.021 Unit, Honda Brio Nggak Ada Lawan

"Keberadaan stok cadangan bahan makanan sangat penting karena yang utama dalam penanganan bencana. Harusnya stok makanan tersedia dulu di daerah, sehingga langsung ditangani," ujar Risma dikutip dari Antara.

Risma menilai, bencana banjir di Kecamatan Bangsalsari dan Tempurejo memang diduga karena kerusakan hutan, sehingga perlu diantisipasi dengan proses cadangan logistiknya.

"Untuk di Jember, penanganannya sudah bagus karena melibatkan lintas sektor dan beberapa daerah sekitar. Penanganan bencana di Pulau Jawa tidak sulit karena integrasinya cepat, namun beda halnya dengan di luar Jawa," katanya.

Baca Juga : Dukung Pemerintah Tangani Pandemi, Unilever Siap Bantu Kelancaran Distribusi Vaksin

Risma juga memuji penanganan bencana alam di Kabupaten Jember sudah maksimal karena akses jalannya ke lokasi bencana tidak sulit dibandingkan daerah lain.

Kemensos juga mendistribusikan berbagai bahan makanan dan kebutuhan bayi, serta ibu hamil untuk para pengungsi banjir di Kecamatan Tempurejo. [FIK]