Dark/Light Mode

Konektivitas Jalan Kalsel Terputus

PUPR Targetkan Pemasangan Jembatan Bailey Rampung 3 Hari

Selasa, 19 Januari 2021 10:40 WIB
Perbaikan jembatan rusak akibat banjir di Kalimantan Selatan mulai dikerjakan. (foto:Kemenpupr)
Perbaikan jembatan rusak akibat banjir di Kalimantan Selatan mulai dikerjakan. (foto:Kemenpupr)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah menargetkan pemasangan Jembatan Bailey paling lama pada, Kamis (21/1).  Perbaikan jembatan ini untuk mendukung pemulihan konektivitas di Provinsi Kalimanan Selatan (Kalsel).

Konstruksi Jembatan Bailey  telah dikirim untuk memulihkan lalu lintas Jalan Nasional ruas Banjarmasin-Tanjung-Batas Kalimantan Timur yang terputus akibat Jembatan Salim/Astambul, yang terletak di KM 55+500 Kota Martapura  ambruk tergerus banjir.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan, perbaikan jembatan ini sesuai instruksi presiden Jokowi dalam pemulihan konektivitas jalan lintas Kalsel-Kalimantan Timur.

Berita Terkait : Masih Belum Surut, Kalsel Dalam Status Tanggap Darurat Banjir

Ada 3 hal menjadi prioritas dalam penanganan tanggap darurat bencana banjir di Kalsel.  Yakni, percepatan peningkatan konektivitas untuk membuka daerah terisolir, proses evakuasi, dan ketersediaan logistik bagi masyarakat terdampak banjir.

Dalam kunjungannya, Basuki meninjau dua jembatan dengan kondisi rusak parah, yakni Jembatan Tabunio II pada Lintas Selatan Kalsel (Sp Liang Anggang-Pelaihari-Batu Licin) dan Jembatan Sungai Salim di Lintas Tengah Kalsel (Banjarmasin-Tanjung-Batas Kaltim). 

"Melihat kondisinya, pekerjaan jembatan akan dikerjakan 24 jam. Sekarang sudah dipasang sheetpile, tinggal dipasang Baley. Paling lambat pemasangan jembatan pada hari Kamis (21/1) sudah dapat dilalui," pintah Basuki saat Widodo meninjau lokasi terdampak bencana banjir di Kabupaten Banjar, Provinsi Kalsel, Senin (18/1).

Baca Juga : Investor Buru Dolar AS, Rupiah KO Lagi

Basuki menjelaskan, pemasangan Jembatan Bailey untuk menggantikan Jembatan Sungai Salim, saat ini sudah dalam tahap dirangkai dan siap dipasang. 

Sedangkan untuk Jembatan Tabunio II siap dikirim dan di lokasi  sedang dilakukan pemasangan sheetpile baja untuk melintas orang dan kendaraan kecil. 

Sementara lalu lintas di wilayah tersebut, khususnya jalur Banjarmasin-Batu Licin sementara dialihkan di Kecamatan Pelaihari. 

Baca Juga : Tips Positif Sosmed Menarik dan Viral

Selain perbaikan infrastruktur, Kementerian PUPR juga mendukung upaya tanggap darurat salah satunya melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III, Ditjen Sumber Daya Air (SDA) dengan  memberikan bantuan 4 buah perahu karet serta 8 pelampung kepada Pemkab Banjar untuk evakuasi warga terdampak banjir serta menyiapkan 2 unit mesin speed boat. 

Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kalsel, Ditjen Cipta Karya juga telah menyalurkan sebanyak 4 unit Mobil Tangki Air berkapasitas 4000 liter, 30 unit Hidran Umum berkapasitas 2000 liter untuk pemenuhan kebutuhan air bersih,  serta 4 unit mobil toilet, 7 unit toilet portable, dan 2 unit mobil tinja untuk keperluan sanitasi. [FIK]