Dewan Pers

Dark/Light Mode

Wemenag Resmikan Kampung Zakat Di Papua

Sabtu, 7 Nopember 2020 20:56 WIB
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi meresmikan kampung zakat di Distrik Muaratami, Jayapura, Papua, Sabtu (7/11). (Foto: Kemenag)
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi meresmikan kampung zakat di Distrik Muaratami, Jayapura, Papua, Sabtu (7/11). (Foto: Kemenag)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kampung Zakat kini hadir di Distrik Muaratami, Jayapura, Papua. Ini bagian dari Program Percontohan (Proper) Daerah Binaan. 

Peresmian dilakukan Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi, Sabtu (7/11). Kakanwil Kemenag Papua Pdt Amsal Yowei, Direktur Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam Kemenag Tarmizi Tohor, dan Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua Idrus Alhamid.

Selain Kampung Zakat, proper daerah binaan juga berupa program wakaf produktif, pemberian bantuan ormas Islam dan majelis taklim, renovasi sarana ibadah, pemberdayaan penyuluh agama, pembinaan imam dan remaja masjid, serta bantuan perlengkapan salat, Al-Quran, hingga sembako.

Berita Terkait : Kementerian Agama Terbitkan Pedoman Umroh Di Tengah Pandemi

Program ini sudah berjalan sejak 2018. Total ada tujuh proper daerah binaan yang telah diresmikan. Selain di Papua, sebelumnya diresmikan proper daerah binaan di Kab Sambas (Kalbar), Kab Bekasi (Jabar), Kab Indragiri Hilir (Riau), Kab Donggala (Sulteng), Kab Aceh Singkil (NAD), dan Kutai Kartanegara (Kaltim).

“Proper hadir untuk memberikan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk di Papua,” tegas Zainut.

Menurutnya, sebagai bagian dari Proper Daerah Binaan, keberadaan Program Kampung Zakat di Papua bertujuan membangun masyarkat yang mandiri melalui pemrberdayaan masyarakat berbasis dana zakat, infak, dan sedekah  (ZIS). Kemandirian itu diharapkan terbangun, baik secara ekonomi, pendidikan agama dan keagamaan, maupun kesehatan dan sosial kemasyarakatan.

Berita Terkait : Kemendes Raih Penghargaan Mitra Pengabdian Masyarakat Dari IPB

“Proper Daerah Binaan, termasuk di dalamnya Kampung Zakat ini didesain untuk kurun tiga tahun, mulai dari perintisan, pelaksanaan, dan kemandirian. Tiga tahun dari mulai dicanangkan, harus terbangun kemandirian masyarakat,” pesannya.  

Menurutnya, program ini bertujuan memberdayakan potensi ekonomi umat dan ikut mengentaskan kemiskinan sekaligus menjaga dan memelihara esensi ajaran agama yang hakikatnya peduli sesama.

Selain terkait pemberdayaan ekonomi, kata Zainut, Proper Daerah Binaan juga diarahkan untuk memperkuat moderasi beragama dan melestarikan tradisi keagamaan yang ramah budaya lokal. Ke depan, program ini diharapkan tidak hanya dilakukan oleh Ditjen Bimas Islam, tetapi juga oleh  Ditjen Bimas Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Pusbimdik Konghucu.

Berita Terkait : Para Cukong Main Di Pilkada

Selain Proper Daerah Binaan, Kementerian Agama sebelumnya juga telah mencanangkan Program Kita Cinta Papua. Kedua program ini merupakan bentuk afirmasi pemerintah teradap anak-anak Papua agar lebih ditingkatkan prestasinya, sumberdaya manusianya, agar pemahaman keagamaannya.
 Selanjutnya