Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Kampung Zakat kini hadir di Distrik Muaratami, Jayapura, Papua. Ini bagian dari Program Percontohan (Proper) Daerah Binaan.
Peresmian dilakukan Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi, Sabtu (7/11). Kakanwil Kemenag Papua Pdt Amsal Yowei, Direktur Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam Kemenag Tarmizi Tohor, dan Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua Idrus Alhamid.
Selain Kampung Zakat, proper daerah binaan juga berupa program wakaf produktif, pemberian bantuan ormas Islam dan majelis taklim, renovasi sarana ibadah, pemberdayaan penyuluh agama, pembinaan imam dan remaja masjid, serta bantuan perlengkapan salat, Al-Quran, hingga sembako.
Baca juga : Kementerian Agama Terbitkan Pedoman Umroh Di Tengah Pandemi
Program ini sudah berjalan sejak 2018. Total ada tujuh proper daerah binaan yang telah diresmikan. Selain di Papua, sebelumnya diresmikan proper daerah binaan di Kab Sambas (Kalbar), Kab Bekasi (Jabar), Kab Indragiri Hilir (Riau), Kab Donggala (Sulteng), Kab Aceh Singkil (NAD), dan Kutai Kartanegara (Kaltim).
“Proper hadir untuk memberikan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk di Papua,” tegas Zainut.
Menurutnya, sebagai bagian dari Proper Daerah Binaan, keberadaan Program Kampung Zakat di Papua bertujuan membangun masyarkat yang mandiri melalui pemrberdayaan masyarakat berbasis dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Kemandirian itu diharapkan terbangun, baik secara ekonomi, pendidikan agama dan keagamaan, maupun kesehatan dan sosial kemasyarakatan.
Baca juga : Kemendes Raih Penghargaan Mitra Pengabdian Masyarakat Dari IPB
“Proper Daerah Binaan, termasuk di dalamnya Kampung Zakat ini didesain untuk kurun tiga tahun, mulai dari perintisan, pelaksanaan, dan kemandirian. Tiga tahun dari mulai dicanangkan, harus terbangun kemandirian masyarakat,” pesannya.
Menurutnya, program ini bertujuan memberdayakan potensi ekonomi umat dan ikut mengentaskan kemiskinan sekaligus menjaga dan memelihara esensi ajaran agama yang hakikatnya peduli sesama.
Selain terkait pemberdayaan ekonomi, kata Zainut, Proper Daerah Binaan juga diarahkan untuk memperkuat moderasi beragama dan melestarikan tradisi keagamaan yang ramah budaya lokal. Ke depan, program ini diharapkan tidak hanya dilakukan oleh Ditjen Bimas Islam, tetapi juga oleh Ditjen Bimas Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Pusbimdik Konghucu.
Baca juga : Para Cukong Main Di Pilkada
Selain Proper Daerah Binaan, Kementerian Agama sebelumnya juga telah mencanangkan Program Kita Cinta Papua. Kedua program ini merupakan bentuk afirmasi pemerintah teradap anak-anak Papua agar lebih ditingkatkan prestasinya, sumberdaya manusianya, agar pemahaman keagamaannya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya