Dark/Light Mode

Waspada! Kasus Kematian Masih Terus Bertambah

Kamis, 21 Januari 2021 04:21 WIB
Ilustrasi suasana pemakaman jenazah korban Covid-19 di TPU Jambong Tangerang Selatan. (Foto: Putu Wahyu Rama/RM)
Ilustrasi suasana pemakaman jenazah korban Covid-19 di TPU Jambong Tangerang Selatan. (Foto: Putu Wahyu Rama/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 meminta semua pihak mewaspadai peningkatan kasus kematian akibat virus Corona. Untuk menekan tingkat kematian, mata rantai penularan harus diputus, dengan protokol kesehatan.

Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah mengingatkan, pada awal Januari 2021, kasus kematian Covid-19 meningkat signifikan.

“Harus hati-hati di bulan Januari, baru sampai tanggal 17 pertengahan ini jumlah kematiannya sudah 3.849 kematian,” ujarnya saat mengisi Talk Show “Covid-19 Dalam Angka” di Gedung BNPB, Jakarta Timur, kemarin. Kalau dipersentase, jumlah yang meninggal hingga 17 Januari mencapai 2,86 persen.

Berita Terkait : Virus Corona Sudah Dianggap Biasa-biasa Aja

Di mengingatkan, tingkat kematian pada Desember 2020 tak boleh terulang. Bulan itu, kasus kematian Covid-19 bertambah 5.193. Dewi juga mengingatkan, tingginya angka kematian berbanding lurus dengan transmisi atau penularan Covid-19 di masyarakat.

Pada pekan ketiga Januari 2021, kasus aktif Covid-19 meningkat tajam. Tercatat, ada penambahan 22.609 kasus aktif Covid-19 hanya dalam waktu satu minggu. Ini adalah penambahan mingguan kasus aktif tertinggi di Indonesia.

Peningkatan kasus Covid-19 bisa menyebabkan beban rumah sakit semakin berat. Bila itu terjadi, maka akan semakin banyak pasien Corona meninggal.

Berita Terkait : Ingat, Prokes 3M Ojo Kendor Yo..!

“Lagi-lagi kita punya PR (pekerjaan rumah) bersama. Jangan sampai beban di rumah sakit bertambah, yang mengakibatkan angka kematian meningkat lebih tinggi,” tutur Dewi.

Dia membeberkan, tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 di Provinsi Banten merupakan yang tertinggi secara nasional, yakni 87,42 persen.

Peningkatan itu mulai terjadi pada akhir Desember 2020. Angka keterisian RS rujukan di Banten saat itu sudah meningkat lebih dari 80 persen. Angka itu terus naik hingga per Selasa (19/1), menyalip DKI Jakarta yang mencatatkan Bed Occupancy Rate (BOR) sebesar 86,7 persen. [JAR]