Dark/Light Mode

Kemenkop Targetkan Cetak 100 Koperasi Modern Tahun Ini

Selasa, 16 Maret 2021 19:16 WIB
Stafsus MenkopUKM Bidang Ekonomi Kerakyatan Riza Damanik
Stafsus MenkopUKM Bidang Ekonomi Kerakyatan Riza Damanik

RM.id  Rakyat Merdeka - Tahun ini, Kementerian Koperasi dan UKM menargetkan mampu mencetak 100 koperasi modern dan mendorong sebanyak 2,5 juta usaha mikro bertransformasi menjadi sektor formal. 

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Staf Khusus Menteri Bidang Ekonomi Kerakyatan Kementerian Koperasi dan UKM Riza Damanik menuturkan, pihaknya juga menargetkan mampu mengerek kontribusi ekspor sebesar 15,26 persen, meningkatkan rasio kewirusahaan menjadi 3,55 persen, rasio kredit perbankan di atas 20 persen, serta kemitraan strategis antara UMKM dan usaha besar. Untuk mendorong target penciptaan koperasi modern dan UMKM naik kelas, Kemenkop melakukan pemetaan risiko usaha. 

“Dan untuk mengurangi risiko usaha dari UMKM tadi agar lebih feasible untuk mendapatkan akses pembiayaan, kami menyiapkan 4 transformasi besar, yaitu transformasi dari informal ke formal, transformasi ke digital dan pemanfaatan teknologi, transformasi ke dalam rantai nilai (value chain), dan modernisasi koperasi,” katanya dalam sambutan di acara Kaltim Fair 2021 bertajuk Kebijakan Pemerintah Meningkatkan Akses dan Dukungan Pembiayaan 
kepada Koperasi dan UMKM (KUKM) secara virtual, Selasa (16/3).

Dengan begitu, sambung Teten, UMKM dapat terdata dengan baik, berusaha dalam skala ekonomi dan efisien, serta proses pembinaan menjadi lebih fokus dan terarah.

Baca juga : Menko Polhukam Ingatkan Pentingnya Koordinasi Satu Atap Keamanan Laut

Program pemulihan ekonomi nasional, khususnya pembiayaan bagi KUKM juga masih dilanjutkan tahun ini. Dari sisi pembiayaan, sasarannya ada dua, yakni kepada mereka yang unbankable (usaha mikro) diberikan Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) yang rencananya segera akan digulirkan oleh Presiden. Kedua, kepada mereka yang sudah bankable atau sedang terikat kredit mendapatkan fasilitas Subsidi Bunga KUR dan pembiayaan modal kerja koperasi melalui Lembaga Pengeloa Dana Bergulir (LPDB).

“Pemerintah terus mematangkan alternatif pembiayaan untuk KUMKM yang murah, mudah, dan cepat agar UMKM cepat naik kelas,” terangnya. 

Karena itu, kata Riza, sinergi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur akan terus diperkuat. 

Sejauh ini sebagian besar riset menyebutkan bahwa masalah pertama pengembangan UMKM adalah memperoleh kredit atau permodalan. Termasuk penelitan Ease of Doing Business World Bank, dan BPS 2003. “Terlebih untuk negara seperti Indonesia dengan postur mayoritas pelaku usahanya adalah Usaha Mikro (98 persen),” ucap Riza.

Baca juga : Kemenkop UKM Gelar Vaksinasi Untuk 2.070 ASN

Tercatat rasio kredit perbankan untuk UMKM di Indonesia masih di bawah 20 persen. Jauh dari Singapura (39 persen), Thailand (50 persen), Malaysia (51 persen), Jepang (66 persen), dan Korea Selatan (81 persen).

“Pemerintah menargetkan rasio kredit perbankan bisa mencapai 22-30 persen hingga 2024,” imbuhnya.

Itu sebabnya, sambung Riza, salah satu terobosan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja) yang diturunkan menjadi Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 adalah penguatan skema pembiayaan. 

Penguatan pembiayaan di antaranya saat kondisi darurat meliputi restrukturisasi kredit, rekonstruksi usaha, bantuan permodalan, dan bantuan lainnya (pasal 53). Kemudian pemerintah memberikan fasilitasi pembiayaan dari meningkakan akses pembiayaan, memberikan imbal jasa penjaminan dan subsidi bunga, penjaminan kredit modal kerja, penyaluran dana bergulir, bantuan permodalan, dan bentuk pembiayaan lain (pasal 71). 

Baca juga : Basuki Targetkan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan Seksi 3 Tahun Depan Kelar

Selain itu, kemudahan kemitraan diberikan berupa fasilitasi pendanaan cepat, tepat, murah, dan tidak diskriminatif (pasal 102). [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.