Dark/Light Mode

Gandeng FRI, Kemendagri Dan Kemensos Dukung Data Desa Presisi

Senin, 29 Maret 2021 16:19 WIB
Gandeng FRI, Kemendagri Dan Kemensos Dukung Data Desa Presisi

 Sebelumnya 
Di bidang organisasi, pemerintah telah membentuk Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Setiap tahunnya pemerintah juga telah mengucurkan dana desa. “Kalau kita melihat keseriusan untuk pengelolaan desa ini, di masa pemerintahan Presiden Jokowi itu, menurut saya sangat luar biasa,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Mensos Tri Rismaharini mengaparesiasi ide untuk membuat data presisi di seluruh desa. Keberadaan data ini akan memudahkan pemerintah dalam menyusun kebijakan.

Baca juga : Citilink Dukung Sport Tourism Di 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas

Apalagi persoalan selama ini, kata Risma saat penyusunan kebijakan seringkali disulitkan dengan pencarian data secara lengkap. Dengan adanya data desa presisi, dapat dilakukan pemantauan tak hanya berdasarkan data numerik, tetapi juga data spasial.

Risma mencontohkan bagaimana kerja data spasial dapat melihat perkembangan kondisi rumah masyarakat. "Bagi kami data ini sangat penting untuk mengevaluasi. Tidak (berdasarkan) katanya siapa, tetapi bahwa secara fisik kami bisa mengetahui dengan pasti," ujar Risma.

Baca juga : Jalan Panjang Doni Mencintai Alam Dan Komitmen Kuat Menjaga Kelestariannya

Sementara itu, Ketua FRI Arif Satria menjelaskan, data desa presisi merupakan salah satu inovasi yang sudah berkembang di masyarakat dan akan terus ditingkatkan keakuratannya. Tujuannya, agar pengambilan keputusan dalam perencanaan dan proses pembangunan desa berjalan dengan baik.

“Apapun data yang saat ini ada harus terus kita sempurnakan dengan berbagai metodologi yang terus kita sempurnakan,” kata Arif.

Baca juga : Lino Yang Kuat, Apa KPK Lemah

Saat ini data desa presisi sudah dimanfaatkan oleh 16 kabupaten di Indonesia dan bakal terus berkembang di berbagai daerah. Upaya ini akan dilakukan tentunya bekerja sama dengan Kemendagri dan Kemensos," ujar Arif. [DIR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.