Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kemendikbud Kembangkan SIPLah, Aplikasi Belanja Online Kebutuhan Sekolah
Jumat, 9 April 2021 14:57 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengembangkan sistem elektronik yang diharapkan dapat mempermudah proses pengadaan barang/jasa satuan pendidikan di sekolah. Aplikasi ini bernama Sistem Informasi Pengadaan di Sekolah (SIPLah). Dengan menggunakan SIPLah, Satuan Pendidikan dapat melaksanakan proses Penyedia Barang dan Jasa (PBJ) secara efektif, efisien, transparan, akuntabel sehingga memperoleh barang/jasa yang tepat dari setiap dana yang dibelanjakan Satuan Pendidikan.
Sistem ini disosialisasikan dalam Webinar Digital Society bertajuk “Yuk Kenali SIPLah, Aplikasi Belanja Online Kebutuhan Sekolah”, Kamis (8/4). Sosialisasi dilaksanakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi dan Kemendikbud.
SIPLah juga menjadi wadah dan layanan bagi penyedia, dalam hal ini adalah pelaku usaha berupa usaha individu/toko, badan usaha (CV/PT) dan UMKM untuk menjalankan usahanya dengan menyediakan dan memenuhi kebutuhan barang dan jasa satuan pendidikan.
Baca juga : Hadiri Pelantikan Wako Padang, Zulhas: Jangan Biarkan Warga Kelaparan Dan Tak Sekolah
Dalam paparannya, Dirjen Aptika Kemkominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengingatkan, literasi digital merupakan kunci dan fondasi utama yang harus dimiliki dalam menghadapi kemajuan teknologi yang sangat cepat. Oleh karena itu, harus mempersiapkan SDM dengan keterampilan digital yang sesuai.
“Kita ciptakan inovasi-inovasi berkualitas dengan mengembangkan talenta dan memaksimalkan potensi masyarakat digital Indonesia,” ujarnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan Keynote Speech dari Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbud Jumeri. Jumeri mengajak kepada para kepala sekolah dan satuan-satuan pendidikan agar memanfaatkan aplikasi SIPLah untuk bisa meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan penyederhanaan pengelolaan keuangan sekolah.
Baca juga : Menlu Kembalikan Sandera Abu Sayyaf Ke Keluarga
“Dengan semakin sederhana, semakin transparan, semakin akuntabelnya pengelolaan keuangan, kepala sekolah dapat tidur nyenyak sehingga bisa mengoptimalkan perannya pada tugas pokoknya yaitu mengendalikan pembelajaran, membimbing guru-guru untuk mengajar lebih baik,” ucap Jumeri.
Koordinator Adopsi Teknologi Digital UMKM Kemkominfo Sumarno yang menjadi pembicara berikutnya menjelaskan, platform digital SIPLah memberi peluang bagi UMKM untuk mengembangkan usaha. Salah satunya dengan menjadi penyedia. Sumarno mengatakan, platform digital SIPLah memberikan kesempatan untuk bangkit perekonomian UMKM di era pandemi Covid-19.
Dalam kesempatan sama, Kepala SDN Wijaya Kusuma 02 Jakbar Pagi Siti Aminah menyampaikan testimoni sebagai pengguna aplikasi SIPLah. Menurutnya, pengadaan barang atau jasa melalui aplikasi SIPLah sudah sangat memudahkan sekolah dalam pembelanjaan secara daring.
Baca juga : Kemenperin Kembangkan Halal Valley Cikande
Siti menyarankan agar terjadi integrasi antara aplikasi SIPLah dengan aplikasi inovasi yang ada di daerah-daerah. “Karena di berbagai daerah memiliki sistem aplikasi pembelanjaan yang berbeda-beda, untuk itu penting agar SIPLah dapat berintegrasi dengan sistem aplikasi yang ada di daerah,” ucapnya. [USU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya