Dark/Light Mode

Kementan Lakukan Koordinasi Atasi Kenaikan Harga Pakan

Jumat, 23 April 2021 18:58 WIB
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Nasrullah (kanan) memimpin rapat bersama stakeholders antisipasi kenaikan harga pakan/Ist
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Nasrullah (kanan) memimpin rapat bersama stakeholders antisipasi kenaikan harga pakan/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) merespons adanya fenomena kenaikan harga jagung yang berimbas langsung pada kenaikan pakan ternak. 

Untuk itu, Ditjen PKH langsung melakukan koordinasi soal ketersediaan pakan ternak untuk industri pakan dan peternak pada harga yang wajar.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Nasrullah mengatakan, Kementan juga telah mengumpulkan para stakeholders untuk mencari solusi dan menentukan langkah-langkah dalam mengatasi kondisi saat ini. 

“Pemerintah, berupaya bergerak cepat mengatasi kenaikan harga. Dengan mengumpulkan para stakeholder terkait agar dapat memastikan masalah dalam pakan ternak menjadi penting untuk dilakukan” ungkap Nasrullah saat rakor dalam rangka pembahasan penyediaan jagung untuk subsektor peternakan di Jakarta (22/4).

Ia menambahkan, sejatinya pemerintah dalam hal ini Ditjen PKH Kementan ingin mengetahui kondisi faktual dan mencari penyebab kenaikan harga pakan saat ini. Karena ada dua kemungkinan yang terjadi, yaitu disebabkan produksi berkurang atau memang bersifat anomali.

Baca juga : Kementan Jaga Strategi Produksi Dan Pengendalian Pangan

Hadir dalam kesempatan ini perwakilan dari Kemenko Perekonomian, Kementerian Perdagangan, Ditjen Tanaman Pangan, Badan Ketahanan Pangan, Pinsar, Dewan Jagung Nasional.

Nasrullah menyampaikan, pakan sangat mempengaruhi efisiensi dalam budidaya ternak karena biaya budidaya ternak menempati porsi terbesar dari total biaya produksi kurang lebih 60 persen. Sehingga pakan yang disediakan harus baik kualitasnya, cukup jumlahnya, dan harganya terjangkau.

Untuk memproduksi pakan tersebut, komponen bahan pakan mencapai 83-89 persen dari total biaya produksi pakan ayam ras. Sedangkan jagung merupakan bahan pakan terbesar dalam formulasi umum pakan unggas.

Dengan begitu, melejitnya harga jagung akan mempengaruhi harga pakan yang pada akhirnya berdampak kepada harga bahan pangan asal ternak unggas (daging dan telur) di pasaran.

"Jika dipandang perlu, akan dilakukan rakornis agar dicarikan solusi subsitusi jagung dengan tujuan agar tidak terjadi kenaikan harga pakan yang disebabkan oleh harga jagung yang mahal," ungkap Nasrullah.

Baca juga : Presiden Jokowi Senang Produktivitas Padi Tinggi Dan Harga Gabah Petani Naik

Dia menggambarkan, contohnya di kondisi wilayah Jawa Barat per 22 April 2021 harga ayam hidup tingkat produsen rata-rata Rp 22.289. Harga tertinggi ada di Pengandaran sekitar Rp 24.167 dan terendah di Garut dengan harga rata-rata Rp 18.400.

Demikian juga halnya di Jawa Tengah, Rp 23.500 di Pati dan terendah Rp 21.000 di Banjarnegara. Sedangkan di Jawa Timur lebih rendah dari wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah dengan harga rata-rata 21.494.

"Dari tiga contoh wilayah itu, tentunya pemerintah akan mengambil langkah-langkah jika memang terjadi kenaikan harga hal yang di luar kendali dengan melakukan intervensi pasar," tegas dia.

Oleh karena itu, dia berharap seluruh pihak agar bisa bersama-sama mengatasi persoalan dinamika harga jagung agar kembali dalam range harga normal. Pasalnya, tinggi harga jagung ini bisa berimbas pada kenaikan harga pakan.

Sementara, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Syailendra menjelaskan, kenaikan harga daging ayam dan kenaikan pakan ternak pada dasarnya dipengaruhi oleh kenaikan harga jagung memiliki kontribusi sekitar 40-50 persen terhadap pembentukan harga pakan unggas.

Baca juga : Dubes Rachmat Budiman Serahkan Surat Kepercayaan Kepada Raja Thailand

"Maka, kenaikan tersebut akan berpengaruh pada harga pakan unggas dan harga ayam," ucap Syailendra. 

Oleh karena itu, jaminan ketersediaan dan kewajaran harga jagung ataupun barang subsitusinya penting untuk memastikan harga pakan tidak naik sehingga harga ayam di konsumen terjangkau.

Berdasarkan laporan di Sistem Sijagung rata rata harga jagung dengan kadar air 15 persen di pabrik pakan bulan Maret 2021 sebesar Rp 4.772/kg. 

Harga ini meningkat sekitar 6.46 persen dibandingkan bulan Februari 2021, yakni sekitar Rp 4.483/Kg dan meningkat sebesar 5,92 persen jika dibanding Maret 2020 yakni senilai Rp 4.506/Kg.

Ada pun harga acuan pemerintah sesuai Permendag Nomor 07 Tahun 2020 tentang harga acuan pembelian di tingkat petani dan harga acuan penjualan di tingkat konsumen adalah Rp 4.500/Kg yang paling tinggi per kilogram untuk kadar air 15 persen di tingkat di konsumen. [KAL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.